Koperasi Kediri Sinergi Amankan Pasokan Bahan Baku Pabrik Indogula Joyoboyo
Cak Sur June 06, 2026 11:32 PM

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Menteri Koperasi Republik Indonesia (Menkop RI), Ferry Joko Juliantono, mendukung penuh kolaborasi dua koperasi di Kediri, Jawa Timur (Jatim), untuk mengamankan rantai pasok tebu Pabrik Indogula Joyoboyo demi memperkuat swasembada gula nasional.

Sinergi strategis ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya (Koppem Raharja) Kediri dan Koperasi Konsumen Kana di kawasan Pabrik Indogula Joyoboyo, Desa Kras, Kabupaten Kediri, Sabtu (6/6/2026).

Kolaborasi tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Koppem Raharja, Desi Permatasari dan Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana.

Agenda ini disaksikan langsung oleh Menkop Ferry Juliantono beserta para petani dan pelaku industri pergulaan setempat.

Kolaborasi Strategis Koperasi Kediri Amankan Rantai Pasok Tebu

Melalui kerja sama ini, Koppem Raharja berkomitmen menyediakan bahan baku tebu secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan produksi Pabrik Indogula Joyoboyo.

Pola kemitraan ini, dinilai menjadi solusi nyata untuk mengatasi ketidakpastian pasokan yang kerap dihadapi industri gula.

Berikut beberapa poin penting dari kerja sama taktis ini:

  • Kepastian Pasar: Petani memperoleh jaminan penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih stabil.
  • Hilirisasi Pertanian: Mendorong nilai tambah produk tebu langsung di tingkat lokal.
  • Efisiensi Jalur Distribusi: Memangkas peran perantara atau tengkulak yang kerap merugikan petani.

Ketua Koppem Raharja, Desi Permatasari, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghimpun petani tebu dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri agar bergabung dalam koperasi.

"Kami berkomitmen untuk mendukung kebutuhan bahan baku tebu di Pabrik Indogula Joyoboyo secara berkelanjutan. Kerja sama ini menjadi wadah pemberdayaan agar petani mendapatkan keuntungan yang lebih stabil," tutur Desi.

Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Harus Perkuat Posisi Tawar Petani

Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kedua koperasi tersebut.

Menurutnya, tata kelola tebu yang baik melalui koperasi akan mengembalikan kejayaan industri gula Indonesia.

Ferry menegaskan, bahwa pemerintah saat ini terus mendorong koperasi untuk mengambil peran dominan dalam rantai pasok pangan nasional, demi meningkatkan daya tawar petani di pasar.

"Kerja sama seperti ini sangat kami apresiasi. Koperasi harus hadir untuk memperkuat posisi petani, sehingga mereka memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik. Jika petani kuat, maka industri juga akan kuat, dan tujuan swasembada pangan dapat tercapai," ujar Ferry.

Menkop juga berharap model kolaborasi di Kediri ini dapat direplikasi di daerah lain.

Ia bahkan mendorong koperasi untuk mulai memproduksi produk turunan lainnya.

"Kami mendorong pendirian pabrik seperti kecap, saos, sambal dan apa pun dari koperasi, yang nantinya hasilnya juga akan bisa dijual di Koperasi Desa Merah Putih," tambahnya.

Target Produksi Gula Merah Naik Jadi 150 Ton per Hari

Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, menyebutkan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret untuk mengamankan pasokan bahan baku di tengah upaya ekspansi kapasitas produksi industri mereka.

Saat ini, operasional usaha Koperasi Kana masih berfokus di wilayah Jawa Timur, namun terus bersiap melakukan ekspansi pasar nasional seiring dengan dukungan dari pemerintah pusat.

"Dengan kolaborasi yang baik, petani memperoleh manfaat yang lebih besar dan industri mendapatkan pasokan bahan baku yang terjamin," ungkap Danang.

Danang memaparkan, bahwa volume produksi gula merah mereka saat ini mencapai 50 ton per hari, dan ditargetkan melonjak hingga 150 ton per hari dalam waktu dekat.

Sementara untuk gula putih, distribusinya akan difokuskan khusus untuk jaringan koperasi.

Sinergi antara Koppem Raharja dan Koperasi Kana ini, diharapkan tidak hanya mengamankan roda produksi pabrik, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.