Beraksi di Masjid, Maling Motor Babak Belur Dihajar Warga Usai Ketahuan
Noval Andriansyah June 07, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Rumah ibadah yang sejatinya menjadi tempat suci untuk berserah diri, justru dimanfaatkan oleh ES (43) untuk melancarkan aksi culasnya.

Baca juga: Tepergok Maling Motor Jemaah Masjid, Residivis Babak Belur Dihajar Massa

Pria asal Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung ini nekat menyelinap ke halaman Masjid Baitul Muslim di Pekon Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, demi menggasak sepeda motor milik jemaah yang tengah khusyuk menunaikan ibadah.

Namun, sepandai-pandainya melompat, pelarian residivis kambuhan ini akhirnya kandas mengenaskan. Ia babak belur menjadi bulan-bulanan warga yang geram melihat kesucian malam ibadah dinodai oleh aksi kriminal pada Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 19.15 WIB.

Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut meletus tepat saat kumandang takbir salat Isya baru saja dimulai.

Di bawah temaram lampu halaman masjid, ES dengan cekatan merusak rumah kunci sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi BE 5250 UI.

Motor tersebut merupakan milik Sukirno yang malam itu sedang dipinjam oleh kerabatnya, Ulum Arsyaban, untuk pergi ke masjid.

"Motor milik jemaah masjid menjadi sasaran pencurian saat ditinggal beribadah," kata Sugiyanto mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP M Yunnus Saputra, Sabtu (6/6/2026).

Kejar-kejaran Berujung Amuk Massa

Aksi ES mulai goyah saat Sukirno secara kebetulan melihat motor kesayangannya tiba-tiba dikendarai oleh orang tak dikenal keluar dari gerbang masjid.

Tersadar bahwa kendaraannya sedang digondol maling, Sukirno tanpa pikir panjang langsung melakukan pengejaran seorang diri sembari menahan amarah.

Aksi kejar-kejaran yang menegangkan itu akhirnya menemui titik buntu di kawasan Pasar Yogyakarta. Merasa terdesak dan panik karena terus dibayangi korban, ES mencoba melompat dari motor dan lari tunggang langgang.

Melihat pelaku mencoba kabur, Sukirno spontan berteriak "maling!" dengan sekuat tenaga.

Teriakan itu bagai menyengat kesadaran warga pasar dan pengendara yang melintas. Dalam sekejap, puluhan orang langsung mengepung dan mengunci ruang gerak pelaku.

Warga yang tersulut emosi karena aksi pencurian dilakukan di lingkungan masjid langsung menghujani ES dengan bogem mentah hingga wajah dan tubuhnya bersimbah darah.

"Tidak butuh waktu lama, pelaku berhasil ditangkap warga dan kemudian menjadi sasaran amuk massa hingga mengalami sejumlah luka," urai Sugiyanto.

Beruntung bagi ES, nyawanya masih bisa terselamatkan setelah barisan polisi yang sedang menggelar patroli rutin melintas di lokasi kejadian.

Petugas langsung merangsek membelah kerumunan warga untuk mengevakuasi tubuh pelaku yang sudah terkulai lemas.

Akibat luka-luka serius di sekujur tubuhnya, ES langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di bawah pengawalan ketat.

"Saat ini ES masih menjalani perawatan. Setelah kondisinya memungkinkan, ia akan dibawa ke Mapolsek Gadingrejo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," jelas Kapolsek.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan motor korban yang rusak pada bagian rumah kuncinya, serta dua mata kunci letter T yang menjadi modal utamanya beraksi.

Setelah ditelusuri lebih dalam, ES ternyata bukan orang baru di dunia hitam. Ia merupakan residivis licin yang sudah dua kali merasakan dinginnya lantai penjara atas kasus pencurian dengan pemberatan dan kekerasan.

Tak hanya itu, untuk mengelabui kejaran polisi selama ini, ia kerap berganti identitas dan sempat menggunakan nama samaran "G" dengan KTP Kabupaten Mesuji.

Kini, atas tindakan nekatnya merampas hak orang lain di tengah waktu ibadah, ES bersiap menghadapi ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara sesuai Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.