TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Tim Pelaksana Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang terdiri dari sejumlah dosen dan mahasiswa menggelar pelatihan untuk kelompok tani di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (6/6/2026).
Mereka adalah dosen Ekajayanti Kining, S.Si., M.Si yang bertugas sebagai ketua bersama dengan para anggotanya, Dr. Ir. Fuji Astuty Auza, S.Pt.,M.P., IPM, lhamurrahman M Hubaib, M.Pd dan mahasiswa.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) KemdiktiSaintek Tahun anggaran 2026 dengan topik "Inovasi Teknologi Pakan Fermentasi Jerami Berbasis Bioprobiotik Lokal untuk Mendukung Ekonomi Sirkular dan Green Livestock Poktan Mattiro Deceng" yang sudah berlangsung pada bulan April tahun ini.
Dengan menempuh jarak Kendari ke Kolaka Timur, sekitar 129 kilometer, para dosen dan mahasiswa ini memberikan pelatihan untuk para petani, yang tergabung dalam Kelompok Tani Mattiro Deceng dan aparat Desa Buntu Mondong.
Adapun lokasi tepatnya berada di Desa Bou, Kecamatan Lambandia, Koltim.
Mereka dilatih tentang pengolahan limbah jerami menjadi pakan yang berkualitas.
Ekajayanti Kining mengungkapkan kepada TribunnewsSultra.com, rangkaian kegiatan pelatihan yang berlangsung ini meliputi pelatihan berupa pemaparan konsep pakan fermentasi, nutrisi dasar, ekonomi sirkular desa, zero waste dan green livestock.
Baca juga: 3 Kiat Menjadi Sukses Dibagikan Mentan Amran Sulaiman Saat Beri Kuliah Umum ke Mahasiswa UHO Kendari
"Selanjutnya dilakukaan juga pelatihan pencacahan jerami menggunakan mesin cacah yang diserahkan langsung oleh tim kepada kelompok tani, pencampuran bahan, fermentasi dan penyimpanan," jelasnya.
Ia menyebut peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan pakan ternak dari jerami.
"Kegiatan ini mencakup praktik langsung, diskusi dan sesi tanya jawab bersama para anggota kelompok," tuturnya.
Ekajayanti juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberdayakan Poktan Mattiro Deceng melalui inovasi pakan fermentasi jerami berbasis bakteri lokal untuk menekan biaya pakan, meningkatkan produktivitas sapi, serta mendorong ekonomi sirkular dan sistem peternakan ramah lingkungan di Desa Bou Lambadia.
"Kami berharap hal ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota poktan dalam memproduksi dan menggunakan pakan fermentasi jerami berbasis bakteri bioprobiotik," jelasnya.
Ia juga menyebut jika penerapan inovasi ini dilakukan mampu menurunkan biaya pakan pada melalui substitusi sebagian hijauan dengan pakan fermentasi jerami.
"Selain itu juga, para petani bisa mengoptimalkan pemanfaatan limbah jerami panen sebagai bahan baku fermentasi untuk mengurangi praktik pembakaran jerami dan mendukung penerapan zero waste di tingkat desa," tuturnya.
Keseluruhan kegiatan ini mendukung upaya peningkatan produktivitas dan pendapatan petani kecil melalui perbaikan pakan dan manajemen usaha ternak mendukung Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) tanpa kelaparan dan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Sesuai dengan Asta Cita - Hilirisasi dan pembangunan dari desa dan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), pangan, peternakan dan lingkungan.(*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)