Trump Klaim Gudang Rudal Iran Tinggal 22 Persen Usai Serangan AS
Ansari Hasyim June 07, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran hanya mempertahankan sekitar 21–22 persen dari total persediaan rudalnya setelah serangan militer AS.

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan NBC News yang akan ditayangkan Minggu, dengan kutipan dirilis Jumat dan dilaporkan Anadolu Agency.

“Sebagian besar pabrik drone telah tersingkir, sebagian besar landasan peluncuran juga lumpuh, begitu pula area produksi rudal,” kata Trump.

Meski begitu, ia mengakui Iran masih memiliki sisa kemampuan. “Mereka masih punya beberapa rudal dan beberapa drone. Tapi secara persentase, mungkin tinggal 21–22 persen—itu masih banyak, namun jauh dari kondisi awal sebelum serangan,” ujarnya.

Baca juga: Trump: Uranium Iran Sudah Terkubur, AS Tak Perlu Membuat Kesepakatan

Trump juga menyinggung kebuntuan diplomasi. Saat ditanya mengapa Teheran belum menyepakati kesepakatan damai permanen untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, ia menilai faktor harga diri menjadi penghambat.

“Mereka bangga. Ada hal-hal yang dulu tak pernah mereka bayangkan akan dilakukan, kini terpaksa dilakukan. Mereka tidak punya banyak pilihan, dan itu butuh waktu,” katanya.

Menjawab kritik mengapa ia gagal meraih kesepakatan yang lebih baik setelah menarik AS dari perjanjian nuklir Iran pada masa jabatan pertamanya, Trump menegaskan proses itu memang panjang.

“Butuh bertahun-tahun. Mereka telah berjuang selama 47 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, suasana di Iran tetap bergolak. Pada 29 April 2026, ribuan warga turun ke jalan di Teheran, berbaris dari Lapangan Imam Hussein hingga Lapangan Azadi sambil mengibarkan bendera, menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru Mojtaba Khamenei, sebuah sinyal bahwa ketegangan politik dan keamanan di kawasan belum mereda.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.