SERAMBINEWSCOM - Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik ke “pangkalan musuh” milik Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain, sebagai balasan atas serangan pesawat tak berawak AS di wilayah Iran.
Serangan itu disebut sebagai respons langsung atas aksi drone Amerika yang menghantam menara telekomunikasi di Pulau Qeshm dan sebuah menara di Sirik.
Dalam pernyataannya, IRGC mengeluarkan peringatan keras: setiap agresi lanjutan akan dibalas dengan langkah yang lebih luas, termasuk penutupan total Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia. Ancaman ini langsung memicu kekhawatiran pasar energi global akan gejolak berkepanjangan.
Baca juga: Drone Ditembak Jatuh, Iran Balas Gempur Pangkalan Militer AS di Kawasan Teluk
Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah memuncaknya ketegangan regional sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari lalu.
Rangkaian aksi balasan kemudian memperlebar ketidakstabilan kawasan, dengan Iran menargetkan kepentingan Israel serta negara-negara tuan rumah pangkalan militer AS, sembari mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.
Meski sempat diberlakukan gencatan senjata, situasi tetap rapuh. Upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas masih berjalan, namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa bara konflik belum sepenuhnya padam.(*)