Balita 3 Tahun di Banjarbaru Tewas Diduga Dianiaya Ibu Kandung, Polisi Lakukan Ekshumasi
Mursal Ismail June 07, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Kasus kematian balita berusia tiga tahun berinisial NS di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menimbulkan duka sekaligus keprihatinan mendalam di masyarakat. 

Dugaan penganiayaan balita perempuan itu muncul setelah keluarga menemukan banyak luka pada tubuh korban. 

Kejanggalan tersebut mendorong tante korban melaporkan kasus ini kepada polisi.

Aparat kemudian melakukan ekshumasi untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Ibu korban telah diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil autopsi dan pemeriksaan forensik akan menjadi dasar penting dalam proses penyidikan.

Baca juga: Demi Fancam EXO, Penggemar Rela Sewa HP Rp850 Ribu Semalam untuk Rekam Konser

Keluarga berharap kasus ini dapat diusut secara transparan dan tuntas. Penegakan hukum yang profesional diperlukan agar kebenaran terungkap dan keadilan bagi korban dapat ditegakkan.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang balita perempuan berinisial NS (3) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi perhatian publik.

Balita tersebut diduga meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri berinisial S.

Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan, mengatakan kasus ini terungkap setelah tante korban, Nur Hikmah, melaporkan adanya kejanggalan dalam kematian keponakannya pada Kamis (4/6/2026). Laporan tersebut diterima polisi sehari setelah korban dimakamkan oleh pihak keluarga.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, aparat kepolisian melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi pada Sabtu (6/6/2026).

Polisi juga telah mengamankan ibu korban guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Bulog Aceh Serap 102 Ribu Ton Gabah dan Beras hingga Awal Juni 2026

Nur Hikmah mengungkapkan bahwa pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban sebelum dimakamkan. Menurutnya, terdapat luka bakar, memar, luka di bagian kepala, pelipis yang terkoyak, serta darah yang keluar dari hidung korban.

Melihat kondisi tersebut, Nur meyakini kematian korban tidak terjadi secara wajar dan diduga merupakan akibat tindak penganiayaan.

Karena itu, ia memutuskan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat diusut secara menyeluruh.

Nur juga menjelaskan bahwa kedua orang tua korban telah lama bercerai. Setelah perceraian, korban tinggal bersama ibunya yang kemudian menikah lagi.

Sejak saat itu, pihak keluarga mengaku jarang mengetahui kondisi dan kehidupan sehari-hari korban.

Kabar meninggalnya NS pun diterima keluarga secara mendadak. Nur mengaku mengetahui informasi tersebut dari tetangga, bukan dari pihak keluarga inti.

Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.

Polisi menunggu hasil ekshumasi dan pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus mengungkap ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut. (*)

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/06/06/194546578/balita-diduga-tewas-dianiaya-ibu-kandung-tante-korban-ada-luka-bakar-dan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.