'Bisa membangkitkan iblis' - Bintang Prancis Kylian Mbappe ungkap laga Piala Dunia yang tak akan pernah ia tonton kembali
Agus Firmansyah June 07, 2026 05:24 AM

Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, secara jujur mengakui bahwa ia belum pernah menonton ulang kekalahan memilukan negaranya di final Piala Dunia 2022 melawan Argentina. Meskipun mencetak hat-trick bersejarah dalam laga penuh drama di Qatar, bintang Real Madrid tersebut mengaku bahwa menonton kembali momen itu bisa membuka luka psikologis lama yang masih membekas.

Talisman Les Bleus dihantui kenangan di Qatar

Pemain berusia 25 tahun itu mengungkapkan beban emosional yang masih ia rasakan dari final dramatis di Doha, di mana Prancis akhirnya tumbang lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 3-3.

Pada usia 23 tahun kala itu, Mbappe menjadi pemain termuda yang tampil di dua final Piala Dunia berbeda, sekaligus satu-satunya pemain yang kalah di final meskipun mencetak tiga gol. Penampilannya yang luar biasa membuatnya meraih Sepatu Emas turnamen, namun kegagalan tim tetap menutupi pencapaian individunya tersebut.

Kapten Les Bleus kenang drama bersejarah

Dalam wawancara emosional yang dilakukan seminggu sebelum dimulainya Piala Dunia 2026, penyerang tajam itu menjelaskan alasan mengapa ia enggan menonton kembali pertandingan penuh emosi tersebut.

Mbappe berkata dalam wawancara dengan Sorare: “Final terbesar sepanjang masa? Saya rasa belum ada yang menandinginya dalam hal hiburan, intensitas, dan alur pertandingan dengan begitu banyak kejutan. Laga itu berakhir lewat adu penalti, cara paling brutal untuk menentukan pemenang.”

“Itu adalah pilihan antara kemenangan pertama Lionel Messi di Piala Dunia atau gelar dua kali berturut-turut bagi Prancis, jadi apa pun hasilnya, itu tetap bersejarah. (...) Apakah saya sudah menonton ulang pertandingan itu sejak saat itu? Belum pernah! Saya rasa kalau saya melakukannya, itu bisa membangkitkan iblis-iblis lama.”

Rekor individu luar biasa berakhir dengan kekecewaan

Penampilan sensasional Mbappe di Stadion Lusail memecahkan berbagai rekor, termasuk dua gol dalam waktu 95 detik yang menghidupkan kembali harapan tim asuhan Didier Deschamps dari ketertinggalan dua gol.

Gol voli penyama kedudukan yang ia cetak pada menit ke-81 tercatat mencapai kecepatan 123,34 km/jam, menjadikannya tendangan paling keras dalam turnamen Piala Dunia 2022.

Dengan mengonversi penalti keduanya di perpanjangan waktu, ia menyamai pencapaian legendaris Geoff Hurst pada tahun 1966 dan menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia dengan total lima gol.

Ujian Afrika bangkitkan kenangan pahit

Dengan catatan internasional yang mengesankan — 56 gol dari 97 penampilan — penyerang dinamis ini kini bersiap memimpin Prancis dalam kampanye Grup I di Amerika Utara. Les Bleus akan memulai perjalanannya menghadapi Senegal di Stadion MetLife pada Selasa, 16 Juni, sebelum melanjutkan laga fase grup melawan Irak dan Norwegia.

Laga pembuka tersebut secara otomatis membangkitkan kenangan kelam dari Piala Dunia 2002, saat tim Prancis yang berstatus juara bertahan secara mengejutkan kalah 0-1 dari tim asal Afrika Barat tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.