Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, menjelaskan cedera yang dialami oleh Lennart Karl sekaligus mengungkap alasan di balik keputusan mengejutkan memanggil Assan Ouedraogo di menit-menit terakhir.
"Saya benar-benar merasa kasihan pada Lenny," ujar Nagelsmann jelang laga uji coba terakhir timnas Jerman melawan Amerika Serikat di Chicago pada hari Minggu. Lennart Karl mengalami cedera otot robek saat sesi latihan terakhir pada hari Sabtu dan dipastikan absen di Piala Dunia.
Berlawanan dengan laporan dari Bild, Nagelsmann menegaskan bahwa cedera tersebut tidak terjadi pada tembakan terakhir sesi tambahan latihan, melainkan "di tengah permainan latihan." Ia menambahkan, cedera itu terjadi "saat melakukan tendangan yang cukup sederhana." Penyerang sayap kanan berusia 18 tahun milik FC Bayern tersebut langsung menyadari bahwa itu adalah cedera serius. "Butuh waktu sebentar, lalu sayangnya air mata mulai mengalir," ungkap sang pelatih.
Nagelsmann menambahkan bahwa pemain berusia 18 tahun itu akan menepi selama "empat hingga enam minggu, mungkin sedikit lebih lama," yang berarti ada kemungkinan ia belum bisa bergabung ketika Bayern kembali berlatih pada 20 Juli, sehari setelah final Piala Dunia.
Alih-alih memanggil winger pengganti seperti Said El Mala, Kevin Schade, Karim Adeyemi, atau Chris Führich, Nagelsmann justru memilih gelandang tengah RB Leipzig, Assan Ouedraogo — keputusan yang sempat membingungkan banyak penggemar dan pengamat. Menurut Nagelsmann, keputusan itu bukan didasarkan pada posisi bermain Ouedraogo, melainkan kesan positif yang ditinggalkannya saat mengikuti pemusatan latihan DFB pada November lalu, karakter pribadinya, serta kebugarannya saat ini.
Julian Nagelsmann menjelaskan alasan pemanggilan Assan Ouedraogo di saat-saat akhir.
"Di sisi kiri kami punya Flo (Wirtz) dan Maxi Beier, di kanan ada Leroy (Sane) dan Jamie Leweling. Kai (Havertz) dan Jamal (Musiala) juga bisa bermain di posisi itu," jelas Nagelsmann. Sang pelatih nasional menegaskan bahwa ia masih memiliki banyak opsi di posisi sayap meskipun tanpa Karl.
"Jadi, ketika kami harus memilih pemain muda yang akan dibawa, kami memilih yang paling mengesankan kami: Lenny. Kami selalu menilai situasi di klub dan di tim," kata Nagelsmann. "Berbeda dengan pemain muda lain, Ouedraogo langsung menunjukkan konsistensi dan sangat dihormati di dalam skuad." Menurut pelatih tersebut, Ouedraogo juga "pribadi yang sangat menyenangkan dengan kemampuan luar biasa." Setidaknya, pernyataan ini bisa dianggap sebagai sindiran halus terhadap El Mala.
Nagelsmann juga menyoroti faktor kebugaran: dibandingkan dengan El Mala, Ouedraogo saat ini berada dalam kondisi fisik yang jauh lebih baik. Penyerang Leipzig itu baru saja menjalani tur pemasaran pasca-musim di Afrika Selatan, sementara El Mala dari 1. FC Köln sudah berlibur sejak tiga minggu lalu.
"Itu juga faktor penting yang tidak boleh diabaikan: El Mala sudah tidak berlatih selama dua setengah minggu, hanya melakukan sedikit lari saja. Saya rasa pertandingan terakhirnya pada 16 Mei," jelas Nagelsmann. "Assan masih bermain hingga 29 Mei di Afrika Selatan bersama Leipzig. Ia dalam kondisi puncak dan ritme bermainnya terjaga. Pemain yang butuh waktu seminggu lagi untuk mengejar kebugaran tidak akan banyak membantu kami."
Skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026.