- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran masih memiliki "21, 22 persen" rudal yang tersisa, Jumat (5/6/2026).
Pernyataan Donald Trump ini disampaikan dalam pekan di mana Iran menembakkan puluhan rudal ke arah negara-negara tetangga di kawasan itu, meskipun ada gencatan senjata yang tersendat-sendat.
“Mereka masih memiliki kapasitas. Mereka memiliki beberapa rudal, mereka memiliki beberapa drone."
"Saya akan mengatakan, secara persentase, mungkin 21, 22 persen dari rudal mereka,” kata Trump kepada NBC News dalam sebuah wawancara.
Angka persediaan rudal Iran tersebut lebih tinggi dari angka 18 persen yang diberikan Trump pada bulan Mei.
Trump sering mengklaim telah menghancurkan sepenuhnya kemampuan perang Iran.
Di sisi lain, militer Iran pada hari Jumat mengatakan telah menembakkan "rudal peringatan" ke dua kapal perusak AS di Teluk Oman - sebuah klaim yang segera dibantah oleh militer AS.
Dua hari sebelumnya, Kuwait mengatakan telah mencegat 30 rudal balistik yang ditembakkan sebagai bagian dari "agresi Iran yang keji."
Bahrain dan Kuwait Jadi Sasaran Iran
Pada Sabtu (6/6/2026), Bahrain mengutuk serangan terbaru Iran terhadap wilayahnya dan negara tetangga, Kuwait.
Bahrain mengatakan bahwa kedua negara Teluk tersebut mencegat tujuh rudal yang ditembakkan oleh Iran.
Kementerian Luar Negeri Bahrain mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “agresi Iran terhadap Kerajaan Bahrain dan Negara Kuwait, dan menegaskan bahwa keamanan tidak dibangun dengan rudal dan stabilitas tidak dijaga dengan menanam ranjau.”
“Agresi terang-terangan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan kedua negara,” tambah pernyataan itu, Sabtu, dikutip dari Arab News.
Kementerian Luar Negeri mengatakan rudal-rudal tersebut telah dicegat dan menyerukan Iran untuk segera menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangganya di Teluk.
Sementara itu, militer Kuwait mengatakan pasukan mereka mencegat rudal dan drone yang menyerang negara itu.
(*)
Editor Video:Magang/Chrysilla Cindy Aurellia
# bahrain # kuwait # iran # Amerika Serikat # donald trump