Temukan Potongan Tubuh Baru, Petugas Tambah Waktu Pencarian Korban Bom Biak
Marius Frisson Yewun June 07, 2026 12:13 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Tim gabungan memperpanjang waktu pencarian korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, selama dua hari ke depan. 

Keputusan tersebut diambil memasuki H+7 pasca ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu, setelah masih adanya tiga korban yang belum ditemukan.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, perpanjangan waktu pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur tim gabungan yang terlibat di lapangan.

Baca juga: SMP di Sarmi Raih Adiwiyata Berkat Cetak Generasi Sadar Bumi

“Hingga hari ini korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih belum ditemukan sehingga pencarian kembali diperpanjang selama dua hari ke depan,” ujar Kapolres dalam pers rilisnya di Gedung Negara BN1, Sabtu (6/6/2026) malam.

Dalam pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Tim Jibom, relawan serta unsur terkait lainnya akan memperluas area penyisiran hingga radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan. 

Pencarian dilakukan tidak hanya di area ring satu, tetapi juga mencakup wilayah ring dua yang diduga masih terdapat serpihan maupun petunjuk terkait korban.

Baca juga: Ratusan Warga Nabire Padati Fun Run Pancasila demi Serukan Persatuan

Kapolres menjelaskan, pada pencarian hari ini tim gabungan kembali menemukan dua potongan tubuh yang diduga bagian dari korban ledakan. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi berupa satu unit telepon genggam, tiga dompet, satu buah pisau, gunting medis, pinset medis serta satu unit GPS.

Sementara itu, Tim DVI Polda Papua terus melakukan proses identifikasi terhadap korban. Pada hari ini tim kembali mengambil empat sampel DNA potongan tubuh sehingga total selama dua hari terakhir terkumpul 10 sampel DNA postmortem(potongan tubuh) yang akan dibawa ke Pus Dokkes Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, kata Kapolres, Tim Jibom menyatakan area ring satu atau pusat ledakan telah dinyatakan steril 100 persen. Meski demikian, aparat keamanan masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi dan masyarakat juga diminta tidak memasuki area tersebut.

Baca juga: Geliat TIFA Kreatif 2026, Mimika Pacu Ratusan UMKM Berbasis Budaya Lokal

Kapolres menegaskan, meskipun area utama telah dinyatakan aman dari bahan peledak, proses olah tempat kejadian perkara masih terus dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya barang-barang lain yang dapat menjadi petunjuk penyebab ledakan.

"Tim gabungan masih tetap memaksimalkan pencarian dan olah TKP. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area ring satu demi keselamatan bersama dan agar proses pencarian berjalan maksimal,” kata Kapolres

Perpanjangan operasi pencarian ini diharapkan dapat membantu menemukan tiga korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang sejak peristiwa ledakan yang terjadi sepekan lalu.

Rilis tersebut turut dihadiri Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, Anggota DPR RI Yan P. Mandenas jajaran TNI, Tim Jibom serta Tim DVI Polda Papua. 

Baca juga: Fanatisme Bola di Papua Jadi Ladang Uang Pedagang Atribut Piala Dunia

Diketahui sebelumnya ledakan bom dugaan sisa perang dunia II yang terjadi di Kompleks Perikanan Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota pada 31 Mei 2026 dan mengakibatkan korban meninggal dunia 6 orang serta 3 korban lainnya hingga H+7 masih belum ditemukan. Selain itu, rumah warga juga mengalami kerusakan parah. 

Sejumlah warga terdampak harus diungsikan dari lokasi dan saat ini berada di Posko Pengungsian yang disiapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor. 

Bantuan dari pemerintah dan berbagai organisasi terus berdatangan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang mengalami musibah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.