Event Grebeg Suro Ponorogo 2026 Dimulai, Disebut Bisa Tarik Minat Wisatawan Lokal dan Luar Negeri
Januar June 07, 2026 12:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Rangkaian Grebeg Suro 2026 resmi dimulai, Sabtu (6/6/2026). 

Perhelatan budaya tahunan kebanggaan masyarakat Ponorogo itu tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara yang datang untuk menyaksikan langsung kemegahan tradisi dan budaya Bumi Reog.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo optimistis gelaran yang menghadirkan 29 rangkaian acara tersebut mampu mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Bahkan, sejumlah wisatawan dari Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan hingga negara-negara Eropa tercatat hadir untuk menikmati suasana Grebeg Suro yang tahun ini dikemas berbeda dari biasanya.

“Iya ada dari Jepang, Amerika, Korea juga, opa-opa korea. Mereka ingin melihat acara Grebeg Suro,” ungkap Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Minggu (7/6/2026)

Pantauan TribunJatim.com, ribuan warga berduyung-duyung datang ke Alun-alun Ponorogo. Ada yang rela duduk di luar pagar untuk menonton pembukaan Grebeg Suro 2026. Selain itu, kursi penonton juga terlihat penuh 

Sajian demi sajian ditampilkan. Yang paling memukau adalah penampilan Reog Volution. Dimana sebuah tarian yang menampilkan Reog Ponorogo dari tahun ke tahun.

Dan pada akhir acara pembukaan Grebeg Suro Ponorogo 2026, langit Bumi Reog dimeriahkan dengan kembang api.

“Reog Ponorogo adalah budaya leluhur nenek moyang kita. Sedangkan Grebeg Suro merupakan tradisi sakral yg hidup dan tumbuh di tanah ponorogo selama berabad-abad,” urainya.

Bunda Lisdyarita—sapaan akrab—Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyatakan perayaan Grebeg Suro 2025  menjadi jembatan indah yg menyatukan nilai spiritualitas dan kearifan budaya. 

Baca juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Alokasi Grebeg Suro Ponorogo 2026 Hanya Dapat Rp500 Juta dari APBD

“Diselenggarakan setiap memasuki bulan muharam atau 1 suro, sebagai momen perenungan diri, rasa syukur dan harapan baru menuju masa depan yang lebih baik,” tegas Bunda Lisdyarita.

Dia menjelaskan momentum Grebeg Suro 2026 ini menyajikan 29 rangkaian acara. Mulai dari Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), Festival Reog Remaja (FRR).

Juga ada pameran bonsai, pameran pusaka, adventuretrail, pamai lintas sejarah, hingga larungan risalah doa di Telaga Ngebel Ponorogo. 

“Semua kita sususn dengan penuh hikmat, agar tradisi ini tetap lestari, semakin hidup, tetap menopang di tengah perkembangan jaman,” tambahnya.

Menurut Kabupaten Ponorogo sudah diakui sebagai kota kreatif Unesco dan Reog Ponorogo tercatat swbagai warisan budaya tak benda dunia, masuk dalam top ten kharisma event nusantara (KEN) 2026.

“Terimakasih semua yg telah membantu, ini amanah besar dipundak kita semua. Melalui grebeg suro ini, kita kembali menegaskan untuk menjaga, melestarikan kekayaan budaya kita pada dunia, sekaligus menjadi kekuatan untuk jadikan pariwisata dan perekonomian daerah,”katanya.

Sementara salah satu wisatawan, Mr Adam mengaku terkesan dengan acara pembukaan Grebeg Suro. Terlebih saat penampilan Reog Ponorogo.

“Satu saya terkesan dengan pertunjukan Grebeg Suro. Berbeda dengan pertunjukkan lain di Jawa. Ini lebih megah dibanding lainnya,” katanya.

Menurutnya, Grebeg Suro Ponorogo mampu disejajarkan dengan pertunjukan di Pulau Dewata Bali. “Biasanya lihat begini saya ngantuk. Ini tadi tidak,” tambahnya.

“Penutupan saya kesini lagi,” pungkas pria yang tinggal di Amerika namun lahir di Indonesia ini.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.