Wakil Ketua DPRD Nunukan Arpiah Harap Pelajar Tidak Hanya jadi Penonton Demokrasi
Amiruddin June 07, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Mosi kontroversial tentang Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD, memanaskan Grand Final Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. 

Di tengah sengitnya adu argumen para finalis, Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, memberikan pesan kepada generasi muda, agar tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan demokrasi. 

Kegiatan yang digelar oleh Bawaslu Nunukan di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026), menjadi panggung bagi para pelajar untuk menguji kemampuan berpikir kritis, dan memahami isu-isu politik yang sedang berkembang.

Menurut Arpiah, debat demokrasi bukan sekadar perlombaan adu bicara, melainkan sarana penting untuk meningkatkan literasi politik generasi muda, khususnya di daerah perbatasan seperti Nunukan.

 

JUARA DEBAT PELAJAR - Tim Smansa Synergy dari SMAN 1 Sebatik berpose usai menerima trofi Juara 1 Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026). Tim yang diperkuat Syahrani Ramadhani, Nur Asyikin, dan Muhammad Gionando berhasil mengungguli Rosita Institute dari SMAN 1 Nunukan dalam debat bertema Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD.
JUARA DEBAT PELAJAR - Tim Smansa Synergy dari SMAN 1 Sebatik berpose usai menerima trofi Juara 1 Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026). Tim yang diperkuat Syahrani Ramadhani, Nur Asyikin, dan Muhammad Gionando berhasil mengungguli Rosita Institute dari SMAN 1 Nunukan dalam debat bertema Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

Baca juga: Komentar Terbaru Juri soal Debat Pelajar Demokrasi di Nunukan yang Membahas Pilkada Lewat DPRD

Smansa Synergy Taklukkan Rosita Institute

Babak final mempertemukan dua tim terbaik, yakni Rosita Institute dari SMA Negeri 1 Nunukan dan Smansa Synergy dari SMA Negeri 1 Sebatik.

Kedua tim saling melontarkan argumentasi tajam, terkait kelebihan dan kekurangan Pilkada  melalui DPRD.

Perdebatan berlangsung ketat, hingga menarik perhatian peserta, dan tamu undangan yang hadir.

Setelah melalui penilaian dewan juri, Smansa Synergy akhirnya berhasil keluar sebagai juara pertama, mengungguli Rosita Institute yang tampil tak kalah impresif.

 

 

DEBAT PELAJAR DEMOKRASI - Para finalis berfoto bersama setelah Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan berlangsung sengit di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026). Grand Final diwarnai perdebatan seru antara Tim Rosita Institute dari SMAN 1 Nunukan dan Smansa Synergy dari SMAN 1 Sebatik.
DEBAT PELAJAR DEMOKRASI - Para finalis berfoto bersama setelah Grand Final Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 tingkat SMA/MA se-Kabupaten Nunukan berlangsung sengit di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026). Grand Final diwarnai perdebatan seru antara Tim Rosita Institute dari SMAN 1 Nunukan dan Smansa Synergy dari SMAN 1 Sebatik. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

Arpiah mengaku bangga melihat kualitas argumentasi para pelajar, yang dinilai mampu membahas isu demokrasi secara kritis dan logis.

“Demokrasi membutuhkan kepedulian dan partisipasi.

Jadilah generasi yang kritis dalam berpikir, cerdas dalam memilih, dan berani menyuarakan kebenaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arpiah menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan bangsa di masa mendatang.

Karena itu, ia mendorong pelajar untuk aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan politik, demokrasi, dan kepemimpinan agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

“Suara anak muda mampu menentukan arah bangsa.

Karena itu jangan menjadi penonton demokrasi, tetapi jadilah pelaku perubahan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan yang digelar Bawaslu Nunukan tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami demokrasi dari sisi teori, tetapi juga berani berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Nunukan.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.