Lirik Lagu Daerah Melati Karangan Beserta Maknanya, Mengambarkan Rupa dan Sikap Gadis Palembang
Kharisma Tri Saputra June 07, 2026 12:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Lebih dari sekadar untaian nada, lirik lagu daerah Melati Karangan menyimpan filosofi mendalam tentang kesucian, kehormatan, dan keelokan budi pekerti gadis Palembang. 

Di balik baris-baris liriknya yang sederhana, lagu legendaris ini menjadi cerminan bagaimana masyarakat Sumatra Selatan menjunjung tinggi nilai-nilai kesetiaan dan keelokan tradisi yang tak lekang oleh waktu.

Berikut akan disajikan selengkapnya lirik lagu Melati Karangan yang bisa dinyanyikan dengan mudah.

Lirik Lagu Melati Karangan

Melati karangan
Sunting aisan
Gadis Palembang
Ai bagus nian
Rambut disuri
Begelung malang

Berambut panjang
Itu tandonyo
Asli Palembang
Ai cantik nian
Tingkah lakunyo
Alep dan sopan

Kalu bejalan
Tando gadisnyo
Memakai subang
Ai belenggang nian
Tando tuonyo
Baju kurung
Bekudung Selendang

Kalu bejalan
Tando gadisnyo
Memakai subang
Ai belenggang nian
Tando tuonyo
Baju kurung
Bekudung Selendang

...

Berambut panjang
Itu tandonyo
Asli Palembang
Ai cantik nian
Tingkah lakunyo
Alep dan sopan

Kalu bejalan
Tando gadisnyo
Memakai subang
Ai belenggang nian
Tando tuonyo
Baju kurung
Bekudung Selendang

Ai Kalu bejalan
Tando gadisnyo
Memakai subang
Ai belenggang nian
Tando tuonyo
Baju kurung

Bekudung Selendang

Makna Lagu Melati Karangan

Dalam budaya Melayu dan Palembang, bunga melati yang putih dan harum adalah simbol kesucian, kesopanan, dan kehormatan seorang wanita. 

"Melati Karangan" menggambarkan sosok gadis atau perempuan Palembang yang tidak hanya berparas elok, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur, menjaga kehormatan dirinya, serta patuh pada adat istiadat.

Lirik lagu ini sering kali menggunakan bentuk pantun kiasan. 

Makna tersirat di dalamnya berisi petuah atau gambaran tentang bagaimana seorang wanita harus menjaga dirinya dari hal-hal yang dapat merusak nama baiknya.

Dalam konteks asmara, lagu ini juga menggambarkan rasa kagum, rindu, dan proses pendekatan yang penuh kesopanan, sesuai dengan norma adat timur.

Kata "Karangan" berarti rangkaian. Melati yang dikarang atau dirangkai melambangkan keindahan yang tercipta dari keteraturan, gotong royong, dan keharmonisan. 

Ini menjadi pengingat bagi masyarakat Palembang untuk selalu menjaga keteraturan sosial, keindahan hidup berdampingan, dan merawat tradisi agar tetap harum seperti rangkaian bunga melati.

Lagu "Melati Karangan" bukan sekadar lagu hiburan, melainkan sebuah karya sastra tutur yang berfungsi sebagai penanam nilai moral, pujian terhadap keanggunan wanita, serta pengingat pentingnya menjaga martabat dan budaya lokal agar tak lekang oleh zaman.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.