Pria Asal Kediri Ditemukan Histeris di Sungai Ubud, Diduga Depresi Kehilangan Pekerjaan
Putu Kartika Viktriani June 07, 2026 01:39 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Suasana di sekitar Sungai Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, mendadak geger pada Minggu 7 Juni 2026.

Seorang pria dewasa asal Kediri, Jawa Timur, ditemukan histeris di dasar jurang sungai sambil berteriak ketakutan dan mengaku dikerubungi "anak-anak".

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar karena dari atas tebing, pria itu terlihat sendirian di tengah aliran sungai.

Warga yang khawatir dengan kondisi korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

 

Diduga Depresi Setelah Kehilangan Pekerjaan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pria tersebut diduga mengalami depresi berat setelah sehari sebelumnya kehilangan pekerjaan sebagai buruh bangunan.

Belum diketahui secara pasti bagaimana korban bisa berada di dasar sungai dengan medan yang cukup terjal dan sulit dijangkau.

Baca juga: VIDEO Jaringan Perdagangan Gading Gajah Terungkap di Gianyar Bali

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar bersama unsur terkait langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Namun upaya penyelamatan berlangsung cukup dramatis karena korban sulit diajak berkomunikasi dan terus meracau dengan ucapan yang tidak jelas.

Sempat Mengamuk Bawa Bambu

Saat petugas mencoba membantu korban naik ke atas, pria tersebut sempat mengamuk sambil membawa sebatang bambu.

Kondisi itu membuat tim penyelamat harus ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan korban maupun petugas di lokasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis.

"Diduga korban sedang mengalami depresi. Tim berupaya membangun komunikasi agar korban merasa tenang dan mau bekerja sama," ujarnya.

Setelah cukup lama melakukan pendekatan, korban akhirnya bersedia menyerahkan bambu yang dibawanya dan mengikuti arahan petugas.

Untuk alasan keselamatan, korban kemudian dievakuasi menggunakan tandu yang diikat dengan tali sebelum ditarik ke atas jurang.

"Berkat kesigapan tim dan bantuan warga, proses penyelamatan dapat berjalan dengan aman. Selanjutnya korban dibawa ke RSU Ari Santi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Dibya.

Terkait kondisi fisik korban setelah ditemukan di dasar sungai, pihak BPBD masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Perkembangannya nanti akan kami informasikan lebih lanjut," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.