TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkelakar ingin menjadi seorang aktivis setelah pensiun dari Polri.
Hal tersebut Sigit katakan ketika memberi sambutan di acara Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).
Mulanya, Sigit mengaku merasa senang bisa hadir dalam acara yang digelar perkumpulan buruh yang terkenal keras dalam memberikan kritik.
"Hidup buruh! Hidup! Hidup KPBI! Hari ini saya merasa sangat senang berhadapan dengan buruh yang katanya terkenal paling keras. Bener nggak? Jadi baru kali ini saya dengar yel-yelnya mantap," kata Sigit.
Setelah itu, ia menyindir soal banyaknya pimpinan buruh yang saat ini masuk ke dalam pemerintahan, salah satunya Jumhur Hidayat yang kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
"Memang terjadi perubahan dari aktivis-aktivis saat ini rata-rata kemudian menjadi pimpinan-pimpinan di kabinet. Selamat Pak, ya," ucap Sigit.
Baca juga: Presiden KSPSI Andi Gani Bantah Bakal Masuk Pemerintahan, Pilih Jadi Pemimpin Buruh
Lantas ia berkelakar akan menempati posisi-posisi para aktivis buruh yang kosong akibat masuk ke dalam kabinet.
Apalagi, melihat perjuangan para buruh terhadap hak-haknya yang saat ini masih jauh dari kata layak.
"Jadi karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman, selesai jadi Kapolri saya gantian jadi aktivis. Boleh nggak? Karena saya terus terang saya tadi sangat senang dengar yel-yelnya tadi. Kayaknya cocok buat saya. Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur," jelasnya.
Keinginan setelah pensiun sebelumnya juga pernah diungkap Sigit. Ia mengaku ingin jadi petani saat menegaskan menolak usulan kedudukan Polri di bawah kementerian.
Hal itu ditegaskannya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR pada Senin (26/1/2026).
Baca juga: Respons Partai Buruh Soal Said Iqbal Santer Gabung Kabinet Presiden Prabowo
"Institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus," tegas Listyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Menurut Listyo posisi Polri saat ini bertanggung jawab langsung kepada presiden adalah kedudukan yang ideal.
Kemudian, Listyo mengungkapkan bahwa ada pihak yang menawarkan dirinya untuk menjadi Menteri Kepolisian.
Namun, dia menegaskan lebih memilih menjadi petani dibanding polri berada di bawah suatu kementerian.
"Jadi, kalau tadi saya harus memilih karena beberapa kali ada yang menyampaikan kapolri sudah 5 tahun 5 tahun, kalau saya harus memilih dan kemarin sudah saya sampaikan bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA 'Pak mau enggak Pak kapolri jadi menteri kepolisian'," ungkap Listyo.
"Dalam hal ini saya tegaskan bahwa di hadapan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja," lanjutnya.
Pernyataan Listyo tersebut langsung mendapat tepuk tangan dari seluruh peserta rapat, termasuk Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
"Menyala ini menyala ini, Pak kapolri," kata Habiburokhman.