Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Festival Kuliner Lalampa Toboli yang digelar di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (7/6/2026), disambut antusias masyarakat.
Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan Lalampa Toboli dibagikan secara gratis oleh masyarakat dan pelaku UMKM.
Pantauan TribunPalu.com, suasana festival berubah menjadi lautan manusia saat pembagian lalampa dimulai.
Baca juga: Pemprov Sulteng Gelontorkan Rp604,8 Miliar untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan Palu-Kulawi
Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berdesakan di depan stan pembagian makanan tradisional khas Toboli tersebut.
Dalam salah satu momen, sejumlah warga terlihat mengulurkan tangan ke arah penjual yang membagikan lalampa.
Tawa dan sorak-sorai terdengar saat makanan yang dibungkus daun pisang itu berpindah dari tangan penjual ke pengunjung.
Antusiasme tinggi membuat area pembagian dipadati masyarakat yang ingin mencicipi kuliner yang telah ditetapkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) tersebut.Tidak hanya di area stan, keramaian juga terlihat di sepanjang ruas jalan Trans Sulawesi yang menjadi pusat pelaksanaan festival.
Baca juga: Program Berani Lancar 2026 Tangani 24 Paket Jalan dan Jembatan di 12 Daerah Sulteng
Dalam suasana yang meriah, sejumlah warga lain yang telah memborong lalampa, berdiri dari atas kendaraan sambil membagikan lalampa kepada warga yang memenuhi badan jalan.
Ratusan tangan tampak terangkat menyambut pembagian makanan khas Toboli itu.
Warga saling berebut dengan tetap diselimuti suasana gembira dan penuh kebersamaan.
Petugas keamanan terlihat berjaga dan membantu mengatur kerumunan agar kegiatan tetap berlangsung aman dan tertib.
Tidak hanya lalampa, beberapa orang emak-emak yang mengenakan kaos orange itu juga membagikan uang kepada warga.
Kepadatan pengunjung sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi melambat.
Namun kondisi tetap terkendali berkat pengamanan yang dilakukan panitia dan aparat.
Festival Kuliner Lalampa Toboli ke-9 tahun ini mengusung tema "Rasa Tradisi, Warisan Negeri".
Selain menikmati Lalampa Toboli secara gratis, pengunjung juga disuguhkan produk UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai pertunjukan seni budaya lokal.
Baca juga: Aturan Baru MBG di Tangan Nanik S Deyang Usai Gantikan Dadan Hindayana
Festival tersebut menjadi ajang promosi kuliner khas Toboli sekaligus upaya menjaga warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Ramainya pengunjung menunjukkan bahwa Lalampa Toboli bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga identitas budaya yang masih memiliki tempat di hati masyarakat Parigi Moutong.(*)