Pemprov Sulteng Gelontorkan Rp604,8 Miliar untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan Palu-Kulawi
Fadhila Amalia June 07, 2026 03:29 PM

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelontorkan anggaran sebesar Rp604,8 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan melalui Program Berani Lancar Tahun 2026.

Salah satu proyek prioritas dalam program tersebut adalah rekonstruksi Ruas Jalan Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi resmi dimulai melalui groundbreaking, Minggu (7/6/2026).

Groundbreaking dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, dan dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, unsur Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, serta masyarakat.

Baca juga: Perankan Karakter Dono, Desta Alami Sariawan Selama Syuting Film Warkop DKI

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan pembangunan infrastruktur tersebut tetap dijalankan meski pemerintah provinsi menghadapi tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional.

Menurutnya, pembangunan jalan dan jembatan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, sehingga harus tetap menjadi prioritas.

"Ini bukan soal popularitas dan bukan mencari pujian. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat yang bisa dirasakan," ujar Anwar.

Ia menjelaskan, Program Berani Lancar Tahun 2026 mencakup 24 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Morowali Utara, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Tojo Una-Una, dan Tolitoli.

Baca juga: Tujuan Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi JC di Kasus MBG, Siap Bongkar Nama Besar yang Terlibat

Salah satu fokus utama adalah rekonstruksi Ruas Jalan Palu–Kulawi yang selama bertahun-tahun menjadi jalur strategis penghubung Kabupaten Sigi dengan Kota Palu.

Anwar mengatakan, keberadaan jalan yang layak akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan aktivitas perdagangan.

Karena itu, pemerintah tetap melanjutkan pembangunan meski APBD Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Untuk menjaga ruang fiskal tetap tersedia bagi program prioritas, pemerintah melakukan penghematan pada sejumlah belanja operasional dan perjalanan dinas.

"Kami melakukan efisiensi, tetapi pembangunan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jalan harus dibangun dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan," katanya.

Selain memastikan pembangunan berjalan, Anwar juga mengajak masyarakat ikut mengawasi seluruh proyek agar kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Baca juga: Aturan Baru MBG di Tangan Nanik S Deyang Usai Gantikan Dadan Hindayana

Ia menegaskan seluruh paket pekerjaan akan mendapat pendampingan dari aparat pengawas dan aparat penegak hukum guna menjamin transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Melalui Program Berani Lancar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, pemerataan pembangunan dapat dipercepat, serta manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat di berbagai daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.