TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Riau diperkirakan menyisakan 11.699 lulusan SMP dan MTs yang tidak memperoleh kursi di SMA maupun SMK negeri.
Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau memastikan seluruh siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan karena daya tampung sekolah swasta masih sangat mencukupi.
Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, mengatakan jumlah lulusan SMP dan MTs tahun 2026 mencapai 103.247 siswa.
Sementara itu, kapasitas penerimaan SMA dan SMK negeri di seluruh Riau hanya tersedia sebanyak 91.548 kursi.
"Dari perhitungan yang ada, memang terdapat sekitar 11.699 siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Tetapi bukan berarti mereka tidak bisa melanjutkan sekolah, karena masih tersedia banyak kursi di sekolah swasta," ujar Erisman, Minggu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah telah menghitung secara menyeluruh kebutuhan daya tampung pendidikan menengah di Riau. Selain sekolah negeri, terdapat ratusan SMA dan SMK swasta yang siap menerima peserta didik baru.
Berdasarkan data Disdik Riau, sekolah swasta memiliki kapasitas sekitar 31.428 kursi.
Baca juga: Tak Ada Jalur Belakang di SPMB Riau, Titipan dan Intervensi Dilarang Keras
Dengan demikian, jika digabungkan dengan daya tampung sekolah negeri, total kursi yang tersedia mencapai 122.976.
Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan total lulusan SMP dan MTs tahun ini yang mencapai 103.247 orang.
"Daya tampung keseluruhan, baik negeri maupun swasta, mencapai 122.976 kursi. Jadi secara total masih surplus dan seluruh lulusan tetap bisa tertampung," jelasnya.
Menurut Erisman, persoalan yang kerap muncul setiap tahun bukan karena kekurangan kursi sekolah, melainkan tingginya minat masyarakat pada sejumlah sekolah tertentu yang dianggap favorit.
Akibatnya, terjadi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu, sementara sekolah lain masih memiliki kuota yang cukup besar.
"Yang sering terjadi adalah siswa dan orang tua hanya fokus ke sekolah tertentu. Padahal masih banyak sekolah lain yang kualitasnya baik dan memiliki daya tampung," katanya.
Ia menegaskan keberadaan sekolah swasta merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan di Riau. Karena itu, tidak semua lulusan harus masuk ke sekolah negeri.
"Kita juga harus melihat peran sekolah swasta. Tidak mungkin seluruh siswa masuk ke sekolah negeri, karena sekolah swasta juga menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan di daerah," ujarnya.
Data Disdik Riau mencatat saat ini terdapat 466 SMA dan SMK negeri yang terdiri dari 326 SMA Negeri dan 140 SMK Negeri.
Sementara jumlah sekolah swasta mencapai 350 unit, terdiri dari 172 SMA Swasta dan 178 SMK Swasta. Sehingga Tmtotal kapasitas pendidikan menengah hampir 123 ribu kursi.
"Kami optimistis seluruh lulusan SMP dan MTs di Riau pada tahun ini tetap dapat melanjutkan pendidikan, meski tidak seluruhnya diterima di sekolah negeri," katanya.
(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)