Meriah dan Sarat Makna, Boyong Natapraja 146 Tahun Hidupkan Semangat Sejarah Nganjuk 
Wiwit Purwanto June 07, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, NGANJUK – Ribuan warga memadati sepanjang jalur kirab Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi yang digelar Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Sabtu (6/6/2026).

Tradisi tahunan yang sarat nilai sejarah ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk mengingat perjalanan panjang perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga berjajar di sepanjang rute mulai wilayah Berbek hingga Jalan Ahmad Yani untuk menyaksikan prosesi budaya yang diikuti jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, BUMN, BUMD, perusahaan, hingga berbagai elemen masyarakat.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengaku bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang telah menjadi bagian dari identitas daerah tersebut.

Baca juga: Upaya Pemkab Nganjuk Lestarikan Wayang Timplong, Daftarkan jadi WBTB dan Beri Ruang Penampilan

"Saya mengapresiasi kepada masyarakat. Antusiasnya sangat tinggi," kata Marhaen Djumadi.

Menurutnya, Boyong Natapraja bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari sejarah pemerintahan Kabupaten Nganjuk yang terus dijaga hingga kini.

Peringatan 146 Tahun Perpindahan Ibu Kota

Marhaen menjelaskan, jika dihitung hingga tahun 2026, tradisi Boyong Natapraja telah diperingati selama 146 tahun.

Berdasarkan catatan sejarah, perpindahan ibu kota dan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk berlangsung pada 6 Juni 1880. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kabupaten Nganjuk hingga saat ini.

"Boyong punya nilai historis yang kental. Jas merah jangan lupa sejarah," terangnya.

Baca juga: Vesak Festival 2026 di Surabaya, Waisak Dipadukan Budaya dan Spiritualitas

Selain mengenang sejarah, Boyong Natapraja juga dimaknai sebagai momentum introspeksi bagi seluruh aparatur pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus terus meningkatkan kualitas kerja dengan mengedepankan inovasi dan pelayanan yang cepat.

"Harapan kita, terus kerja sat-set atau cepat dan cermat dalam menjalankan roda pemerintahan," tambahnya.

Diskominfo Tampil Atraktif dalam Kirab Budaya

Salah satu organisasi perangkat daerah yang turut menyemarakkan kirab budaya adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk.

Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Subani, ikut langsung dalam prosesi bersama para pegawai yang tampil kompak mengenakan pakaian adat Jawa.

Tidak hanya berbaris dalam kirab, Diskominfo juga menghadirkan konsep pawai yang menggambarkan perjalanan perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk.

Sejumlah pegawai perempuan membawa payung dengan gerakan atraktif yang menghibur warga sepanjang rute kirab. Sementara di barisan depan, terdapat sosok pria dan perempuan yang menggambarkan perjalanan Bupati beserta istri saat proses perpindahan pemerintahan pada masa lampau.

"Di Boyong Natapraja ini, kami menerjunkan sejumlah tim. Mereka ikut kirab sampai Pendopo KRT. Sosrokoesoemo," ucap Subani.

Melalui kemasan budaya yang menarik dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi 2026 kembali menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Nganjuk.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.