Pria di Sampang Kena Tembak Saat Cekcok, Bermula dari Tuduhan Mencuri Sandal dan Pompa Air 
Januar June 07, 2026 05:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Hanggara

TRIBUNJAITM.COM, SAMPANG - Seorang pria di Sampang, Madura, Ahmad Yulianto harus dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Itu setelah dirinya tertembak di bagian tumit kaki kiri dalam insiden cekcok yang berujung penembakan di Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Sabtu (6/6/2026) sore. 

Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk mencari senjata api yang diduga digunakan pelaku berinisial G dalam peristiwa yang dipicu tuduhan pencurian itu

Pria berusia 34 tahun tersebut mengalami luka tembak di bagian tumit kaki kiri setelah diduga ditembak seorang pria, berinisial G saat terjadi cekcok.

Peristiwa itu terjadi di depan rumah terduga pelaku di Dusun Dagian, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, pada (6/6/2026) sekitar 17.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban bersama istrinya, Fadilah, dipanggil oleh terduga pelaku untuk datang ke rumahnya.

Baca juga: Sosok Praka Aprianus, Prajurit TNI yang Gugur Dalam Kontak Tembak di Papua, Keluarga Dihubungi Pacar

Setibanya di lokasi, terduga pelaku menuduh Ahmad Yulianto mencuri sandal dan mesin pompa air (sanyo) miliknya.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh korban hingga memicu adu mulut antara keduanya.

Perselisihan kemudian berujung perkelahian.

Di tengah pertikaian itu, terduga pelaku diduga mengambil senjata api dan melepaskan satu kali tembakan ke udara.

Tak lama berselang, terduga pelaku kembali melepaskan tembakan yang mengarah ke korban hingga mengenai tumit kaki kiri Ahmad Yulianto.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak dan harus mendapatkan penanganan medis.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan para saksi.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan satu proyektil peluru yang diduga terkait dengan insiden penembakan tersebut.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan menggunakan senjata api tersebut, Minggu (7/6/2026).

Sejauh ini, penyidik masih mendalami jenis senjata yang digunakan dalam kejadian tersebut karena hingga kini senjata yang diduga dipakai pelaku belum ditemukan.

"Untuk pelaku masih proses penyelidikan," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.