Kembalinya Neymar, Frans Sinatra Huwae Sebut Timnas Brasil Akan Jadi Ancaman Serius di Piala Dunia 2026
Aurora Nightingale June 07, 2026 05:05 PM

Legenda hidup Barito Putera sekaligus mantan kapten Timnas Pelajar Indonesia, Frans Sinatra Huwae, turut memberikan prediksi mengenai calon juara Piala Dunia 2026.

Frans, yang dikenal sebagai penggemar berat Selecao, menjagokan Tim Nasional Brasil sebagai tim yang akan mengangkat trofi pada ajang empat tahunan paling bergengsi tersebut.

"Saya menjagokan Brasil, dan idola saya adalah Neymar," ujar Frans, yang kini menjabat sebagai direktur teknik Barito Putera di Liga Pegadaian Championship 2025–2026, sambil mengacungkan jempolnya.

Frans menegaskan bahwa tidak mengherankan jika Brasil selalu menjadi favorit juara di setiap edisi Piala Dunia.

Namun, untuk Piala Dunia 2026 kali ini, mantan gelandang tengah tersebut lebih yakin dari sebelumnya. Bukan hanya karena nama besar Brasil, tetapi juga karena kehadiran pelatih jenius Carlo Ancelotti yang dinilai sangat memahami cara mengelola ruang ganti penuh pemain bintang.

"Saya melihat pemanggilan Neymar bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga faktor psikologis. Di ruang ganti Brasil, Neymar masih menjadi sosok yang dihormati dan berpengaruh besar terhadap pemain muda," kata Frans penuh keyakinan.

Menurut Frans, alasan utama dirinya menjagokan Brasil adalah karena Ancelotti—yang akrab disapa Don Carlo—membawa mental juara dari level klub yang diyakini akan menular ke tim nasional.

Selain itu, kedalaman skuad Brasil masih termasuk yang terbaik di dunia. Banyak pemain top yang dipanggil, bahkan karena melimpahnya talenta, beberapa bintang lain harus rela tidak masuk skuad.

"Alasan lain adalah karena generasi penyerang mereka sekarang lebih matang dibandingkan Piala Dunia 2022. Coba lihat posisi mereka sekarang," ujarnya.

Selain pemain bintang, banyak anggota skuad Brasil yang bermain di klub-klub elite Eropa. Brasil juga dinilai lebih stabil dibandingkan sejumlah pesaing seperti Prancis, Inggris, atau Spanyol yang tengah melakukan regenerasi.

Terkait kembalinya Neymar, Frans menilai hal tersebut memberikan semangat tambahan dan memperkaya pengalaman tim di laga besar. Neymar, menurutnya, bisa menjadi mentor yang baik bagi pemain muda seperti Endrick.

"Fokus lawan pasti tertuju pada Neymar, sehingga membuka ruang bagi Vinicius atau Raphinha untuk melakukan penetrasi," jelas pria yang akrab disapa kakek ini.

Frans juga menilai kehadiran Neymar akan meningkatkan motivasi, nilai komersial, serta rasa percaya diri seluruh tim.

Meskipun Neymar kini berusia 34 tahun dan dalam beberapa musim terakhir sering berkutat dengan cedera, Frans yakin Ancelotti memahami situasi tersebut dengan bijak.

Brasil saat ini tengah memburu gelar Piala Dunia keenam setelah terakhir kali menjadi juara pada tahun 2002. Jika berhasil, hal itu akan mengakhiri penantian 24 tahun—salah satu periode tersulit dalam sejarah panjang mereka di ajang tersebut.

Frans menambahkan bahwa dukungan terhadap Brasil di kalangan penggemar Selecao Indonesia masih sangat kuat, terutama karena ikatan emosional yang sudah terbangun sejak era Ronaldo, Ronaldinho, Kaka, hingga Neymar.

"Banyak pemain muda bahkan pemain nasional Indonesia yang mengidolakan pemain-pemain Brasil. Ada juga yang memberi nama anak mereka sesuai nama pemain idolanya," tutur Frans.

Ia menegaskan bahwa Brasil layak disebut sebagai kandidat kuat juara, namun kunci suksesnya bukan hanya pada sosok Neymar. Keberhasilan Ancelotti dalam memadukan pengalaman Neymar dengan semangat generasi baru seperti Vinicius dan Endrick akan menjadi faktor penentu apakah Brasil akan mengangkat trofi atau kembali pulang dengan kekecewaan.

"Neymar bisa menjadi simbolnya, tapi mesin utama Brasil 2026 sudah bergeser ke generasi baru," pungkas Frans.

Endrick Antar Brasil Taklukkan Mesir

Gol dari Endrick di awal babak kedua memastikan kemenangan 2-1 Brasil atas Mesir dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia.

Penyerang muda tersebut mencetak gol hanya tujuh menit setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak pertama.

Gelandang Newcastle, Bruno Guimaraes, membuka keunggulan Brasil di menit ketujuh lewat tendangan ke pojok bawah gawang dari luar kotak penalti di Cleveland.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit setelah Mostafa Ziko memanfaatkan kesalahan umpan Marquinhos dan menaklukkan Alisson Becker.

Brasil—yang kembali tampil tanpa Neymar—sempat cemas ketika bek Wesley mengalami cedera, sementara penyerang Brentford, Igor Thiago, gagal memanfaatkan peluang emas sebelum turun minum.

Pada babak kedua, Thiago digantikan oleh Endrick, sementara Mesir memasukkan Mohamed Salah. Pergantian tersebut langsung memberi dampak, ketika Endrick berhasil menuntaskan umpan silang dari Raphinha menjadi gol.

Salah sempat mengancam lewat tembakan dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar. Mesir terus menekan, tetapi gagal mencetak gol penyeimbang hingga peluit akhir berbunyi.

Brasil akan memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan Maroko di New Jersey pada hari Sabtu dalam grup yang juga berisi Skotlandia dan Haiti. Sementara itu, Mesir akan menghadapi Belgia pada 15 Juni.

Daftar pemain Timnas Brasil di Piala Dunia 2026:

- Kiper: Alisson Becker, Ederson, Weverton
- Bek: Alex Sandro, Bremer, Danilo, Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Roger Ibanez, Leo Pereira, Marquinhos, Wesley França
- Gelandang: Bruno Guimaraes, Casemiro, Danilo Barbosa, Fabinho, Lucas Paqueta
- Penyerang: Endrick, Gabriel Martinelli, Igor Thiago, Luiz Henrique, Matheus Cunha, Neymar, Raphinha, Rayan Vitor, Vinicius Junior.

Jadwal pertandingan:

- Minggu, 14 Juni (pukul 05.00 WIB / 06.00 WITA): Brasil vs Maroko
- Sabtu, 20 Juni (pukul 07.30 WIB / 08.30 WITA): Brasil vs Haiti
- Kamis, 25 Juni (pukul 05.00 WIB / 06.00 WITA): Skotlandia vs Brasil.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.