Usai Disidak Dedi Mulyadi, Penanganan Sampah di TPS Ciwastra Dibantu Insinerator dan RDF
Muhamad Syarif Abdussalam June 07, 2026 07:46 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, mempercepat penanganan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Ciwastra menggunakan insinerator dan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF).

Upaya itu dilakukan karena sebanyak 560 ton sampah di TPS Ciwastra sempat menumpuk hingga disidak oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Ia pun meminta DLH untuk segera melakukan pengangkutan.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan pembangunan insinerator di TPS Ciwastra yang dibantu oleh TNI tersebut saat ini sudah mulai berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat ini.

"Proses pembangunan insinerator oleh TNI AD di Ciwastra itu sudah berjalan. Minggu ini atau paling lama minggu depan sudah bisa beroperasi," ujar Darto, Minggu (7/6/2025).

Berdasarkan informasi dari pihak TNI AD, kata Darto, insinerator tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 5 ton sampah per jam. Dengan asumsi beroperasi selama delapan jam per hari, maka fasilitas itu mampu mengolah hingga 40 ton sampah setiap hari.

Selain insinerator, kata dia, Pemkot Bandung juga akan membangun fasilitas RDF di lokasi yang sama. Instalasi tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 50 ton sampah per hari.

"Di Ciwastra juga akan dibangun site RDF dengan kapasitas 50 ton. Jadi kalau semuanya beroperasi sesuai target, kapasitas totalnya bisa mencapai 90 ton per hari," katanya.

Darto mengatakan, fasilitas di TPS Ciwastra akan difokuskan untuk menangani sampah dari Kecamatan Rancasari dan Kecamatan Buahbatu yang selama ini menjadi penyumbang utama sampah yang masuk ke TPS Ciwastra.

Menurutnya, potensi timbulan sampah, kedua kecamatan tersebut menghasilkan sekitar 52 ton hingga 63 ton sampah per hari. Dengan tambahan kapasitas pengolahan dari insinerator dan RDF, DLH optimistis persoalan sampah di wilayah itu dapat lebih terkendali.

"Kalau semua berjalan sesuai target, kemungkinan besar sampah dari dua kecamatan itu bisa teratasi," ucap Darto.

Kendati demikian, Darto menegaskan bahwa penanganan di Ciwastra baru menjadi salah satu bagian dari upaya besar pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung masih menyiapkan langkah serupa untuk sejumlah TPS lainnya guna mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir dan memperkuat sistem pengolahan sampah di tingkat wilayah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.