Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Bekicot goreng buatan Wijiyanto (44), warga Kampung Kerten, RT 4 RW 8, Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, diolah melalui proses yang cukup panjang untuk menghasilkan cita rasa gurih dan tekstur daging yang empuk.
Sebelum digoreng, daging bekicot terlebih dahulu direbus beberapa kali.
Proses ini dilakukan agar tekstur daging menjadi lebih lunak dan nyaman saat dikonsumsi.
Untuk menciptakan rasa gurih yang khas, Wijiyanto menggunakan sejumlah bahan rempah, antara lain cabai rawit merah, kemiri, bawang putih, bawang merah, garam, dan daun salam.
Seluruh bahan tersebut kemudian dihaluskan menggunakan cobek hingga tercampur merata menjadi bumbu dasar.
Setelah bumbu siap, campuran rempah dimasukkan ke dalam daging bekicot yang telah direbus.
Selanjutnya, daging bekicot dimasak dan digoreng di atas wajan menggunakan api sedang.
Selain bumbu rempah, Wijiyanto juga menambahkan penyedap rasa kaldu ayam dan kecap untuk memperkaya cita rasa.
Setelah seluruh bumbu dimasukkan, daging bekicot diaduk secara berkala selama kurang lebih satu jam.
Proses ini bertujuan agar bumbu dapat meresap hingga ke dalam serat daging.
Pengadukan dilakukan berulang kali untuk mencegah daging gosong selama proses memasak hingga matang sempurna.
Setelah dianggap matang, api kompor dimatikan dan daging bekicot dibiarkan terlebih dahulu hingga suhunya menurun.
Baca juga: Ketekunan Berbuah Manis, Pedagang Bekicot Goreng di Karanganyar Raup Omzet Rp 500 Ribu per Hari
Setelah dingin, bekicot goreng kemudian dikemas menggunakan kertas minyak dan kertas pembungkus biasa.
Produk yang telah dikemas selanjutnya dimasukkan ke dalam boks plastik sebelum ditawarkan kepada pembeli.
(*)