BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia Esports Association (IESPA) 2026 berlangsung di Jakarta pada 5-6 Juni menjadi momentum bagi arah perkembangan esports nasional lima tahun ke depan.
Pada forum tersebut, Pengurus Provinsi IESPA Kalimantan Selatan menyuarakan harapan agar kepengurusan pusat periode 2026-2031 memberikan perhatian lebih besar terhadap pembinaan di daerah.
Ketua Umum IESPA Kalimantan Selatan, M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, menegaskan kemajuan esports Indonesia tidak dapat bertumpu pada wilayah tertentu saja.
"Kami mendukung penuh kepengurusan IESPA Nasional yang baru. Kalsel siap menjadi mitra aktif dalam memajukan esports Indonesia. Yang kami harapkan adalah adanya pendampingan dan dukungan sehingga daerah tidak berjalan sendiri," ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Ia menilai Munas tahun ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum strategis untuk menentukan kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem esports dari tingkat pusat sampai daerah.
Baca juga: Jasad Bocah Tenggelam di Kolam Desa Baroqah Tanahbumbu Ditemukan, 10 Meter dari Bibir Tebing Kolam
Sejalan dengan tema Munas 2026, yakni "Membangun Ekosistem Esports Indonesia yang Inklusif, Profesional, dan Mendunia", IESPA Kalsel menyampaikan sejumlah usulan kepada kepengurusan nasional yang baru terbentuk.
Salah satu poin utama yang disorot adalah pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara pengurus pusat dan provinsi.
Komunikasi yang terstruktur dinilai akan memudahkan pelaksanaan berbagai program pembinaan atlet maupun pengembangan organisasi.
Selain itu, IESPA Kalsel mendorong lahirnya sistem kompetisi berjenjang yang lebih jelas. Skema tersebut diharapkan dimulai dari tingkat kabupaten dan kota, berlanjut ke provinsi, hingga nasional sehingga atlet memiliki jalur prestasi yang terukur.
Menurut Bang Dhin, keberadaan kompetisi yang berkesinambungan penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai ajang besar, termasuk Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027 dan SEA Games 2027.
Aspek kelembagaan menjadi perhatian. Sebagai organisasi yang baru menyelenggarakan Musyawarah Provinsi pertama pada Maret lalu, IESPA Kalsel berharap mendapatkan pendampingan dalam memperkuat tata kelola hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Di sisi lain, IESPA Kalsel meminta adanya sistem penghargaan yang lebih baik bagi atlet berprestasi. Kesempatan mengikuti seleksi nasional diharapkan terbuka bagi seluruh atlet tanpa memandang asal daerah, sehingga proses pembinaan berjalan lebih adil dan kompetitif.
"Esports bukan sekadar permainan digital. Di dalamnya ada prestasi, kreativitas, dan peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Kami ingin atlet-atlet Kalsel memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional," pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)