Raymond/Joaquin Gagal Juara Polytron Indonesia Open 2026: Kena Petaka Poin Beruntun di Skor 14-8
Hasiolan Eko P Gultom June 07, 2026 11:38 PM

Raymond/Joaquin Gagal Juara Polytron Indonesia Open 2026: Kena Petaka Poin Beruntun di Skor 14-8

Alfarizy Ajie Fadhilah/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nicolaus Joaquin, harus merelakan gelar juara Polytron Indonesia Open 2026 setelah takluk dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, Minggu (7/6/2026).

Berlaga di Istora Senayan, Jakarta, Raymond/Joaquin sebenarnya berpeluang besar menyudahi perlawanan lawan lebih cepat.

Namun, petaka muncul di pertengahan gim kedua saat mereka tengah unggul jauh 14-8.

Kemenangan yang sudah di depan mata itu seketika sirna setelah pasangan Malaysia berhasil meraih delapan poin secara beruntun hingga membalikkan keadaan.

Ditemui usai laga, Joaquin mengakui bahwa kendali permainan yang mereka pegang sejak awal mendadak hilang di titik tersebut. Ia menyebut lawan sangat jeli melihat kebingungan yang mereka alami di lapangan.

"Tadi sih saya rasa kami juga mainnya benar-benar mengontrol mereka ya dari awal set game pertama sampai 14-8 tadi," ungkap Joaquin.

"Cuma memang setelah musuh dapat satu poin, dua poin itu, mungkin mereka melihat kita kayak sempat bingung gitu ya, mereka otomatis juga notice gitu jadinya mereka mengambil momentum itu," imbuhnya.

Joaquin menambahkan, lawan yang sangat berpengalaman mampu memanfaatkan keraguan mereka untuk terus menekan tanpa henti.

"Sebenarnya mereka sadar kalau kami kayaknya masih mencari cara untuk keluar dari tekanan mereka yang poin terus, dan mereka jeli sekali dan mereka memanfaatkan momentum itu dan itu yang membuat kita jadinya kehilangan poin secara terus-menerus," tambahnya.

Senada dengan pasangannya, Raymond juga menyoroti banyaknya faktor non-teknis yang membuat mereka kehilangan fokus di poin-poin kritis gim kedua.

"Mungkin di set kedua banyak faktor non-teknisnya sehingga musuh bisa mendapatkan poin beruntun. Yang paling penting sih evaluasi buat kami aja ke depannya," kata Raymond.

Ia menegaskan, tingkat konsentrasi harus jauh lebih ditingkatkan saat berada dalam posisi unggul agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami harus lebih waspada lagi, apalagi di poin-poin yang mungkin konsentrasinya lebih ditambah lagi, apalagi posisinya benar kita sudah unggul duluan di set pertama dan set kedua," pungkasnya.

Dalam laga final ini, Raymond/Joaquin menyerah lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 18-21, dan 10-21 dalam durasi 49 menit.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.