POS-KUPANG.COM - Doa dan penantian panjang masyarakat Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), khususnya di Dusun 3 dan 4, untuk menikmati aliran listrik akhirnya terjawab manis.
Momentum ini terasa kian istimewa karena rampungnya pembangunan jaringan Listrik Desa (LISDES) di wilayah tersebut bertepatan dengan suasana peringatan Hari Lahir Pancasila, yang menjadi perwujudan nyata dari sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia." Kepastian operasional ini ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan commissioning test (uji laik operasi) jaringan listrik di desa tersebut pada Selasa (2/6).
Antusiasme warga telah membumbung sejak proses sosialisasi awal. Digelar secara bersahaja di halaman rumah salah seorang warga, masyarakat tampak aktif berdialog mengenai berbagai persiapan teknis untuk menyambut hadirnya energi terang di dusun mereka.
Semangat kebersamaan yang mencerminkan nilai luhur Pancasila semakin nyata saat proses konstruksi dimulai. Warga dengan sukarela bahu-membahu membantu petugas PLN dalam proses penebangan pohon untuk Right of Way (ROW) atau jalur bebas hambatan jaringan. Medan geografis yang menantang tidak mengecilkan nyali warga dan insan PLN.
Baca juga: Tim Buser Polres TTS Tangkap Pelaku Pembacokan di Desa Oeuban Mollo Barat
Sebagai informasi, infrastruktur kelistrikan yang dibangun untuk menerangi dua dusun ini membentang sepanjang 3,22 kilometer sirkit (kms) Jaringan Tegangan Menengah (JTM), 5,29 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR), serta ditopang oleh 2 unit gardu distribusi dengan kapasitas masing-masing sebesar 50 kVA.
Hingga tahap akhir pengujian, Kepala Desa Koa, Lakisun Susen Albert Tamilake, bersama warga setia mendampingi dan menyaksikan langsung proses di lapangan.
"Saya atas nama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PLN (Persero) UIW NTT yang telah berkenan membuka akses jaringan listrik lintas dusun di tempat kami. Kami hanya bisa mendoakan semoga Tuhan senantiasa memberkati ketulusan dan kerja keras seluruh tim PLN," ungkap Lakisun penuh haru setelah pengujian dinyatakan berhasil.
General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, menegaskan bahwa hadirnya listrik di Desa Koa merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata, yaitu menghadirkan pemerataan pembangunan nasional hingga ke pelosok negeri.
"Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum bagi kami untuk terus mengobarkan semangat gotong royong dan keadilan energi. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan ketulusan warga Desa Koa yang ikut terjun langsung membantu petugas di lapangan. Harapan kami, dengan hadirnya listrik di kampung tersebut, tidak hanya menyinari rumah-rumah warga tetapi juga membawa harapan baru, mendorong roda perekonomian lokal, dan meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita," ujar Eko.
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh proses di lapangan yang berjalan aman dan minim kendala.
"Puji syukur, commissioning test telah berhasil dilaksanakan dengan aman. Seluruh pihak terkait telah bekerja keras, dan tentu saja berkat dukungan penuh dari masyarakat, pembangunan jaringan LISDES di Desa Koa dapat dirampungkan secara optimal. Semoga hadirnya listrik ini membawa semangat baru dan memberikan kemudahan hidup sehari-hari bagi masyarakat sekitar," pungkas Koko.
Keberhasilan menerangi Dusun 3 dan 4 Desa Koa ini menjadi bukti nyata sinergi yang kokoh antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengikis rasio elektrifikasi yang belum merata.
PLN UIW NTT berkomitmen untuk terus bergerak menembus batas-batas geografis demi menghadirkan terang hingga ke ujung pulau.
Melalui kehadiran listrik desa yang andal, PLN berharap tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah Timor Tengah Selatan dapat terus meningkat, sejalan dengan cita-cita kemerdekaan dan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)