TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa bumi kembali menghantam Sulawesi Utara (Sulut), Senin (8/6/2026) sekira pukul 6.37.42 Wita.
Gempa kali ini berkekuatan 7,7 dan berpotensi tsunami.
Pusat gempa berada di 236 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulut.
Goyangan gempa terasa pula di Kabupaten Minahasa Utara.
Warga Perumahan Kawangkoan Baru di Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, berhamburan keluar rumah begitu tanah bergoyang.
Grace, seorang warga mengaku merasa oleng saat sedang mencuci piring.
Segera ia diajak sang anak untuk keluar rumah.
"Rasanya seperti berada di atas kapal dengan lautan berombak," katanya.
Di luar rumah, sudah banyak warga yang juga keluar rumah.
Lorong itu segera ramai.
Semua berbicara tentang gempa.
Roy, seorang warga mengaku tahu ada gempa saat melihat sepeda motornya bergerak sendiri.
"Saya langsung insting, ini ada gempa. Langsung saya lari keluar," kata dia.
Setelah goyangan reda, ia kembali masuk rumah dan panjatkan doa.
"Semoga Tuhan melindungi Sulut," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Senin pagi.
Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 06:37:42 WIB.
Hasil analisis awal menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 7,9, yang kemudian dimutakhirkan menjadi Magnitudo 7,7 dalam pembaruan sistem peringatan dini.
Detail Parameter Gempa:
Akibat potensi gelombang laut tinggi yang dipicu oleh gempa tersebut, BMKG langsung mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk lima provinsi di Indonesia, yaitu:
Baca juga: Daftar Wilayah Siaga dan Waspada Tsunami di Sulut, Dirilis BMKG Senin 8 Juni 2026