Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Atlet Asal Kota Kediri Raih Emas World Climbing Series Praha 2026
Rendy Nicko June 08, 2026 12:48 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Nama Putra Tri Ramadani kembali mengharumkan Kota Kediri dan Indonesia di pentas olahraga dunia. Pemuda kelahiran 26 Oktober 2005 yang akrab disapa Srondeng itu sukses mencatatkan sejarah dengan meraih medali emas nomor lead pada World Climbing Series Praha 2026 di Praha, Ceko, Senin (8/6/2026).

Prestasi tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam karier internasional Putra sejauh ini. Atlet panjat tebing asal Kota Kediri itu sekaligus tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang mampu merebut medali emas nomor lead sepanjang sejarah penyelenggaraan World Climbing Series.

Pada babak final, Putra harus menghadapi persaingan ketat dari tujuh pemanjat terbaik dunia. Deretan nama besar yang menjadi lawannya antara lain Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang, Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, serta Jakob Schubert dari Austria.

Meski berhadapan dengan atlet-atlet elite dunia, Putra mampu tampil tenang dan menunjukkan performa terbaiknya. Ia berhasil mengumpulkan skor 43 untuk mengamankan posisi teratas.

Baca juga: 1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Kediri, Jadi Ajang Mencetak Ksatria Nusantara

Perolehan tersebut membuat Putra unggul atas Neo Suzuki yang meraih medali perak dengan skor 39. Sementara medali perunggu menjadi milik Jakob Schubert setelah mencatatkan skor 37.

Keberhasilan berdiri di podium tertinggi sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih menjadi momen bersejarah bagi panjat tebing Indonesia. Capaian itu juga mempertegas posisi Putra sebagai salah satu atlet lead terbaik dunia saat ini.

Perjalanan menuju gelar juara dunia tidak diraih secara instan. Pada World Climbing Series Koper, Slovenia tahun 2025, Putra sempat menembus final dan mengakhiri kompetisi di posisi keenam.

Kurang dari satu tahun berselang, perkembangan kemampuan atlet muda tersebut terlihat sangat signifikan. Dari sekadar menjadi finalis, kini Putra berhasil menuntaskan perjuangannya dengan gelar juara dunia.

Putra mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, lintasan final yang dihadapi sangat menantang dan menguras tenaga hingga bagian akhir.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya terasa sangat lelah. Emas ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia," kata Putra.

Meski telah meraih hasil terbaik, Putra merasa masih memiliki sejumlah aspek yang perlu diperbaiki agar mampu menjaga konsistensi prestasinya di level internasional.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," tambahnya.

Prestasi gemilang tersebut mendapat apresiasi dari Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo. Ia mengaku mengikuti langsung penampilan Putra melalui siaran langsung dan merasa bangga atas keberhasilan atlet binaan Kota Kediri tersebut.

Menurut Rino, bakat Putra telah terlihat sejak membela Kota Kediri di berbagai kejuaraan. Potensinya kemudian mendapat perhatian Federasi Panjat Tebing Indonesia hingga akhirnya dipanggil memperkuat Pelatnas pada tahun 2025. 

Baca juga: Ikuti Rakor Forkopimda Se-Jawa Bali, Mas Dhito Berkomitmen Pemkab Kediri Jaga Kondusifitas Daerah

"Ini sangat membanggakan Kota Kediri, bahkan mengharumkan nama Indonesia di dunia, khususnya pada nomor lead panjat tebing," ungkapnya.

Rino menambahkan, prestasi Putra menjadi dorongan besar bagi pembinaan panjat tebing di Kota Kediri. KONI bersama FPTI Kota Kediri akan terus melakukan penjaringan atlet muda, memperbanyak kejuaraan, serta meningkatkan pembinaan agar lahir lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengikuti jejak Putra Tri Ramadani hingga bersaing di tingkat internasional.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.