Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Harga bawang putih dan beras di Pasar Besar Kota Madiun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mengalami kenaikan pada Senin (8/6/2026).
Komoditas bawang putih mengalami lonjakan harga cukup signifikan, dari Rp24.000 per kilogram menjadi Rp34.000 per kilogram.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Jombang Tembus Rp90 Ribu per Kilogram, Ibu-ibu Terpaksa Hemat Pengeluaran
Pedagang Pasar Besar Kota Madiun, Endah Kriswanti (39) mengatakan, kenaikan harga bawang putih mulai terjadi sekitar empat hari terakhir.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, harga bisa naik beberapa kali lipat dalam waktu sehari saja.
"Bawang putih itu naiknya sudah empat harian ini. Kadang sehari bisa naik dua sampai tiga kali," ujar Endah saat ditemui di Pasar Besar Kota Madiun, Senin (8/6/2026).
Endah menyebutkan, bawang putih merupakan komoditas yang masih bergantung pada impor.
Untuk itu, dinamika di tingkat global turut berdampak pada harga yang diterima pedagang di daerah.
Endah pun mengakui naiknya ekskalasi perang di Timur Tengah ikut memengaruhi harga bawang putih.
"Ya mungkin karena (bawang putih) ini impor, jadi (adanya perang) berpengaruh juga," katanya.
Lonjakan harga bawang putih mulai berdampak pada pola belanja masyarakat.
Konsumen yang biasanya membeli bawang putih dalam jumlah lebih banyak kini memilih mengurangi pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
"Biasanya beli setengah kilogram, sekarang beli seperempat kilogram," ungkap Endah.
Lantaran tergantung terhadap impor, ia tidak bisa memprediksi kapan harga bawang putih akan kembali normal.
Berbeda dengan komoditas lokal seperti beras yang pergerakan harganya banyak dipengaruhi musim panen.
Menurut Endah, saat ini harga beras juga tengah merangkak naik, namun harga tersebut akan kembali stabil saat musim panen tiba.
Beras medium naik Rp500 per kilogram dari Rp14 ribu menjadi Rp14.500 per kilogram.
Sedangkan beras premium atau super naik dari Rp16.500 menjadi Rp17.000 per kilogram.
Kenaikan harga beras dipicu oleh naiknya harga gabah di tingkat petani.
Sehingga ia bisa memperkirakan harga beras kemungkinan besar akan turun kembali ketika memasuki musim panen.
"Kalau gabah itu tergantung musim. Biasanya kalau panen harga turun,” ujarnya.
Di sisi lain, di tengah kenaikan sejumlah komoditas, stok beras SPHP dan minyak goreng rakyat Minyakita di Pasar Besar Kota Madiun dipastikan masih aman.
Minyakita dijual Rp15.700 per liter dengan pasokan rutin dari Perum Bulog setiap pekan, sedangkan beras SPHP juga masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Aman stoknya. Kalau kemarin sempat agak kosong karena banyak hari libur sehingga pengiriman kemasan agak lambat," jelasnya.