Hanggar Pesawat di STTKD Bantul Jadi Saksi Janji Suci 20 Pasang Pengantin di Gelaran Nikah Bareng
Muhammad Fatoni June 08, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dentuman bass drum dengan kombinasi suara terompet hingga belyra terdengar jelas dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) yang berada di Jalan Parangtritis Kilometer 4,5, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Senin (8/6/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, suara musik drumband tersebut menandai iring-iringan kirab pelaksanaan Nikah Bareng Ning Motor Mabur dengan tagline 'Take Off Menuju Halal Indonesia Emas'.

Setidaknya ada 20 pasang pengantin yang mengikuti prosesi tersebut. 

Layaknya pasukan militer, saat akan memasuki lokasi hanggar STTKD atau dekat lokasi akad nikah, puluhan pasang pengantin tersebut disambut dengan pedang pora dan tabur bunga oleh para taruna-taruni STTKD.

Sebab, bukan di dalam gedung mewah atau masjid bersejarah, mereka secara bergantian melakukan prosesi ijab kabul di dalam kabin pesawat hingga helikopter.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY, Puji Astuti, menyebut setiap tahun pihaknya selalu mengadakan momen nikah bareng dengan menggandeng Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais).

Melalui momen ini, pihaknya berharap masyarakat yang memiliki banyak hal dan tidak bisa melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, bisa terbantu dengan cara halal dan sah secara agama.

"Ada 20 pasang pengantin. Syaratnya kami, dari Baznas, untuk salah satu pasangan harus ber-KTP DIY. Kalau dua-duanya KTP DIY enggak apa-apa. Tapi, kalau salah satu KTP DIY, satunya bisa dari daerah mana saja ya tidak apa-apa. Dan mereka dari keluarga kurang mampu," ucapnya, kepada wartawan.

Adapun syarat tersebut diberikan mengingat sumber pelaksanaan nikah bareng ini dari zakat yang dititipkan para muzakki kepada Baznas DIY sebagai amanah.

Maka dari itu, peserta nikah bareng tidak bisa asal-asalan, semua harus melalui proses verifikasi atau seleksi dan harus sesuai dengan asnaf.

Makna Lokasi Ijab Kabul dan Mahar

Lebih lanjut, prosesi ijab kabul kali ini dilakukan dengan tiga unit pesawat (montor mabur) yang sarat akan makna bahwa pasangan ini akan take off (tinggal landas) terbang menuju halal (sah) ke langit Indonesia Emas untuk meraih kehidupan sejahtera. 

Kemudian, terdapat mahar unik berupa seperangkat alat salat dan cincin perak batu putih sebagai lambang kesucian hati serta semangat kehidupan kemakmuran yang diharapkan bisa mandiri setelah menikah.

Prosesi ijab kobul dipimpin oleh Kepala KUA Sewon dan penghulu setempat secara bersamaan dengan saksi nikah dari Baznas DIY.

"Ini pertama di Indonesia. (Pemilihan nikah bareng di pesawat dan helikopter) karena tagline Take Off Menuju Halal Indonesia Emas. Nah, karena Fortais ini selalu mendapatkan tempat-tempat atau rencana yang unik, salah satunya di pesawat. Kalau di luar ruangan sudah biasa. Take off-nya tidak kelihatan. Kalau pesawat kan selalu take off," ujar dia.

Baca juga: Polres Bantul Bongkar Jaringan Peredaran Miras Ilegal, Ungkap Modus Baru

Ketua Fortais Indonesia dan Nikah Bareng Nasional, Ryan Budi Nuryanto, turut menyampaikan nikah bareng ini menjadi bagian untuk menyambut momentum Tahun Baru Islam 1448 H dan bulan Pancasila dengan lembaran baru membangun negeri dan semangat gotong royong, walau saat ini Indonesia menghadapi tantangan global, seperti ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

"Selain itu juga angka pernikahan di Indonesia trennya mengalami penurunan hingga menjadi 1,48 juta pasangan pada 2024, terendah dalam sedekade terakhir atau mengalami penurunan sekitar 6,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Kondisi itu dimungkinkan muncul karena pengaruh perubahan sosial dan ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, sehingga membawa dampak pada aspek sosial, ekonomi, hingga kesehatan mental.

Maka, pihaknya siap turut serta gotong royong mengucap janji suci kepada Allah SWT.  

"Kita perlu menghayati kembali spirit Pancasila yang diwujudkan dalam acara nikah bareng ning montor mabur bertepatan dengan momentum sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan bulan Pancasila dengan tagline Take Off Menuju Halal Indonesia Emas, persembahan Baznas DIY," terang dia.

Respon Positif Pasangan Pengantin 

Satu di antara pasangan nikah bareng, Mukhlas Putra Al Sobri (25), warga Banyumas, Jawa Tengah, dan Evi Widiastuti (34), warga Kabupaten Sleman, mengaku senang bisa mengikuti prosesi nikah bareng tersebut.

Mukhlas mengaku baru pertama kali ikut momen nikah bareng tersebut.

"Baru pertama kali ikut nikah bareng di pesawat. (Rasanya) seru juga rame yang dateng. Bagus sih suasananya. (Selama ini) belum pernah kepikiran nikah bareng di pesawat. Iya ini baru pertama kali (naik pesawat juga)," jelas Mukhlas.

Senada, Evi mengaku senang dikarenakan acara nikah bareng ini unik.

Selama ini ia belum pernah membayangkan, prosesi akad nikah bisa berlangsung di dalam pesawat. Maka dari itu, ia merasa antusias untuk mengikuti prosesi tersebut.

"Banyak fasilitas yang didapatkan dari nikah bareng ini. Ya ada rias pengantin, cincin, seperangkat alat salat juga. Semua gratis. Dan ini juga sudah menjadi wedding dream, kan banyak doa dari orang-orang juga. Jadi senang banget," tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.