TRIBUNNEWS.COM – Era baru Persija Jakarta resmi dimulai. Manajemen Macan Kemayoran menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Pengumuman tersebut dilakukan dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026) siang WIB.
Persija mengontrak pelatih asal Korea Selatan itu selama tiga musim sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, nama Shin Tae-yong tentu bukan sosok asing. Ia merupakan salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, banyak suporter menjulukinya sebagai history maker karena berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian yang sebelumnya sulit diraih oleh skuad Garuda.
Shin Tae-yong lahir di Yeongdeok, Korea Selatan, pada 11 Oktober 1970. Sebelum menjadi pelatih, ia dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Korea Selatan pada masanya.
Setelah pensiun sebagai pemain, Shin memulai karier kepelatihan di level klub bersama Seongnam Ilhwa Chunma (kini Seongnam FC). Bersama klub tersebut, ia sukses mempersembahkan gelar Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011.
Kariernya kemudian berlanjut ke level tim nasional Korea Selatan. Ia pernah menangani Korea Selatan U20, U23, hingga tim senior.
Selama menjabat pelatih kepala Korea Selatan, Shin Tae-yong sempat membawa Taegeuk Warriors menciptakan sejarah baru. Termasuk saat mengalahkan Jerman 2-0 pada Piala Dunia 2018.
Setelah itu, Shin Tae-yong menerima tawaran melatih Timnas Indonesia pada akhir 2019.
Baca juga: Janji Shin Tae-yong ke Jakmania Saat Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta
Saat pertama datang ke Indonesia, Shin Tae-yong menghadapi tantangan besar. Timnas Indonesia sedang berada dalam masa transisi dan belum mampu bersaing secara konsisten di level Asia.
Bahkan masa awal jabatan STY di Timnas Indonesia sempat dihadang pandemi Covid-19 membuat Skuad Garuda sempat gagal mengikuti beberapa turnamen.
Namun perlahan, pelatih berusia 55 tahun tersebut berhasil membangun fondasi baru sepak bola Indonesia melalui regenerasi pemain muda, perubahan mental bertanding, hingga mendatangkan pemain-pemain diaspora.
Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia mencatat sejumlah pencapaian penting, di antaranya:
Keberhasilan tersebut membuat Shin Tae-yong mendapat tempat spesial di hati para pendukung Timnas Indonesia.
Selain itu, para suporter juga menyebut Shin Tae-yong sebagai History Makernya Timnas Indonesia.
Setelah berpisah dengan Timnas Indonesia pada awal 2025, Shin Tae-yong sempat melanjutkan karier di level klub bersama Ulsan HD di Korea Selatan sebelum akhirnya menerima pinangan Persija Jakarta.
Kedatangannya ke Persija langsung menghadirkan optimisme besar. Dalam konferensi pers perdananya, Shin Tae-yong menegaskan ambisi untuk membawa Macan Kemayoran kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.
Tak hanya itu, ia juga memastikan Persija telah mengamankan tanda tangan Mariano Peralta, pemain terbaik Super League 2025/2026, sekaligus membuka peluang merekrut sejumlah mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia.
"Pasti ada niat saya untuk bawa pemain-pemain Timnas sebelumnya yang bersama saya juga," ujar Shin Tae-yong dalam sesi perkenalan.
Pernyataan tersebut langsung memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan reuni beberapa pemain Timnas Indonesia bersama sang pelatih di Persija musim depan.
Persija menunjuk Shin Tae-yong setelah melakukan evaluasi terhadap hasil musim lalu yang hanya berakhir di posisi ketiga klasemen.
Dengan pengalaman panjang di level internasional serta rekam jejak sukses membangun Timnas Indonesia, STY diharapkan mampu membawa Persija kembali menjadi penantang serius gelar juara.
Kini, tantangan baru menanti sang history maker. Setelah sukses mengubah wajah Timnas Indonesia, Shin Tae-yong akan mencoba menuliskan babak baru dalam kariernya dengan mengembalikan Persija Jakarta ke puncak sepak bola nasional.
Nama Lengkap: Tae-yong Shin
Tanggal Lahir / Usia: 11 Oktober 1970 (55 tahun)
Tempat Lahir: Yeongdeok, Gyeongbuk, Korea Selatan
Kewarganegaraan: Korea Selatan
Lisensi Kepelatihan: Lisensi Pro AFC
Formasi Favorit: 3-4-3
Karier Pemain: Pensiun pada 6 Oktober 2005
Klub terakhir sebagai pemain: Brisbane Roar
Pertandingan terbanyak sebagai pemain: Seongnam Ilhwa Chunma.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)