Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Utara terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga awal Juni 2026, sekitar 70 persen dari total sasaran penerima manfaat telah terlayani melalui puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.
Koordinator SPPG Wilayah Aceh Utara, Risda Felina, mengatakan program prioritas pemerintah pusat tersebut telah menjangkau ribuan satuan pendidikan dan posyandu di berbagai kecamatan.
Menurut Risda, total sasaran MBG di Aceh Utara mencapai 3.969 instansi yang terdiri atas sekolah dan posyandu, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 294.129 orang.
Baca juga: Dana Operasional belum Cair, Dua SPPG di Aceh Jaya Berpotensi Tutup Sementara
“Dari seluruh sasaran tersebut, saat ini cakupan layanan sudah mencapai sekitar 70 persen. Angka ini akan terus meningkat seiring selesainya pembangunan dapur-dapur SPPG aglomerasi dan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal),” ujarnya kepada Serambinews.com, Senin (8/6/2026).
Meski sebagian besar wilayah telah menerima manfaat program, masih terdapat tiga kecamatan yang belum sepenuhnya terjangkau MBG, yakni Kecamatan Geuredong Pase, Pirak Timu, dan Simpang Keuramat.
Namun demikian, Risda memastikan ketiga kecamatan tersebut telah memiliki SPPG dan saat ini sedang dalam tahap finalisasi operasional.
“Untuk Geuredong Pase, Pirak Timu, dan Simpang Keuramat, SPPG-nya sudah ada dan sedang proses finalisasi. Dalam waktu dekat, pelaksanaan MBG di ketiga kecamatan tersebut akan segera diluncurkan,” katanya.
Ia menjelaskan, penguatan infrastruktur pendukung terus dilakukan melalui pembangunan dapur-dapur baru. Keberadaan dapur aglomerasi dan dapur wilayah 3T dinilai menjadi kunci perluasan jangkauan layanan hingga ke seluruh wilayah Aceh Utara.
“Saat ini masih ada dapur aglomerasi dan dapur 3T yang sedang dibangun. Jika seluruh dapur tersebut selesai, pelayanan MBG di Aceh Utara akan semakin maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan data Koordinator SPPG Aceh Utara, saat ini terdapat 82 dapur MBG yang telah disiapkan.
Dari jumlah tersebut, 79 dapur telah beroperasi normal, sementara tiga dapur lainnya masih menunggu pencairan dana melalui virtual account (VA) untuk memulai operasional.
Selain itu, sekitar 25 dapur SPPG aglomerasi dan 37 dapur SPPG wilayah 3T masih dalam tahap pembangunan.
Terkait kendala pelaksanaan, Risda menyebutkan secara umum tidak terdapat hambatan berarti, baik dari sisi distribusi makanan, tenaga kerja, maupun sarana transportasi.
Namun, beberapa dapur sempat menghentikan operasional sementara karena saldo dana operasional pada rekening VA menipis dan pencairan dana baru belum masuk.
“Pemberhentian sementara terjadi karena ada beberapa SPPG yang saldo VA-nya menipis dan dana operasional belum masuk. Per hari ini proses pencairan sedang berjalan. Data dapur terdampak sudah kami rekap dan laporkan sesuai arahan dari KPPG,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut bersifat sementara. Pemerintah terus berupaya agar distribusi makanan bergizi kepada para siswa dan kelompok sasaran lainnya dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
“Prinsipnya, pelayanan kepada penerima manfaat tetap menjadi prioritas. Kami optimistis cakupan MBG di Aceh Utara akan terus meningkat hingga seluruh sasaran dapat terlayani,” pungkasnya.(*)