Jakarta (ANTARA) - Grup L Piala Dunia 2026 akan menampilkan persaingan antara empat tim yang berisi Inggris, Kroasia, Ghana, dan Panama.

Sorotan di grup ini tertuju pada timnas Inggris yang mengincar “football is coming home”, guna kembali memenangkan Piala Dunia seperti yang pernah mereka lakukan di edisi 1966 ketika menjadi tuan rumah.

Harry Kane (Inggris)

Ya, Inggris akan sangat bergantung pada sosok Harry Kane yang musim ini mencetak 61 gol dan tujuh assist dalam 51 penampilannya untuk Bayern Muenchen musim 2025/26.

Di musim ketiganya ini, total gol yang diciptakan Kane terlihat tak masuk akal. Ia sangat produktif di depan gawang lawan.

Total tiga tahunnya bersama Bayern diselesaikannya dengan 146 gol dan 33 assist dari 147 pertandingannya di semua kompetisi yang berbuah dua trofi Liga Jerman, satu Piala Liga Jerman, dan satu Piala Super Jerman.

Setelah kesuksesan bersama Bayern, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan lain bagi Kane untuk mengejar trofi terbesar yang belum pernah ia raih sepanjang karirnya.

Kapten Inggris itu datang ke turnamen ini setelah menjalani musim luar biasa bersama Bayern Muenchen, sekaligus mempertahankan statusnya sebagai salah satu penyerang paling produktif di dunia.

Morgan Rogers (Inggris)

Senjata The Three Lions lainnya datang dari sosok Morgan Rodgers, pemain kunci Aston Villa di balik kesuksesan mereka menjuarai Liga Europa dan finis posisi keempat di Liga Inggris musim 2025/26.

Musim ini menjadi titik lonjakan terbesar dalam karir Rodgers setelah mencatatkan 14 gol dan 12 assist di semua kompetisi, membantu Villa kembali bersaing di papan atas Liga Inggris serta tampil kompetitif di Eropa.

Kemampuannya bermain di berbagai posisi lini serang membuat pemain berusia 23 tahun ini akan menjadi paling berguna dalam skuad Inggris.

Declan Rice (Inggris)

Gelandang Arsenal Declan Rice kembali tampil konsisten sepanjang musim dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.

Rice membantu Arsenal mengakhiri penantian juara Liga Inggris mereka lebih dari dua dekade, setelah mengalahkan Manchester City di pekan-pekan terakhir.

Selain itu, kualitasnya sebagai penyeimbang permainan tim di lini tengah juga membawa The Gunners mencapai final Liga Champions kedua mereka sepanjang sejarah, yang pertama dalam 20 tahun terakhir, meski pada akhirnya dikalahkan Paris Saint-Germain.

Secara total, Rice yang didatangkan Arsenal dari West Ham United pada Juli 2023, menyelesaikan musim ini dengan Lima gol dan sebelas assist dari 55 penampilannya di semua kompetisi.

Luka Modric (Kroasia)

Luka Modric kemungkinan akan memainkan Piala Dunia terakhirnya di edisi tahun ini yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko.

Debut pada edisi 2006, Modric akan memainkan Piala Dunia kelimanya dalam usia 40 tahun. Usia inilah yang membuat pemain AC Milan itu kemungkinan akan segera gantung sepatu.

Meski tak lagi muda, kehadiran Modric di Piala Dunia 2026 akan tetap penting untuk Kroasia yang masih penasaran merasakan menjadi juara di hajatan besar empat tahunan ini.

Kroasia dibawa Modric sampai final pada edisi 2018, namun kalah dari Prancis. Pada edisi berikutnya di Qatar 2022, Vatreni (Si Berapi-Api) melangkah ke semifinal, namun gagal ke final setelah dikalahkan Argentina. Mereka kemudian mendapatkan tempat ketiga setelah mengalahkan Maroko.

Sejak debut untuk tim nasional pada Maret 2006, Modric telah mengemas 198 caps, dan bisa menjadi 200 apabila ia turun di dua laga Piala Dunia 2026. Dari total penampilannya sejauh ini, ia mencatatkan 29 gol dan 31 assist.

Antoine Semenyo (Ghana)

Antoine Semenyo menjadi harapan terbesar Ghana untuk membuat kejutan di Grup L. Penyerang yang kini berbaju Manchester City itu akan tiba di Piala Dunia 2026 setelah menikmati musim terbaik dalam karirnya.

Total, musim ini Semenyo mencetak 21 gol dan enam assist untuk klub lamanya Bournemouth dan klub yang mendatangkannya pada musim dingin City.

Dengan 11 gol dan tiga assist bersama The Citizens, ia turut membantu mereka memenangkan Piala FA dan Piala Liga dalam musim terakhir sang manajer legendaris Pep Guardiola.