Senyum Sehat dari Pedalaman Boven Digoel: Sentuhan Hangat TSE Group untuk Kampung Obinangge
Marius Frisson Yewun June 09, 2026 09:11 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, BOVEN DIGOEL – Bagi warga Kampung Obinangge di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, akses menuju fasilitas kesehatan bukanlah perkara mudah. Jarak yang jauh kerap membuat warga terpaksa menahan sakit ketika didera masalah kesehatan. Namun, suasana pada Sabtu (30/5/2026) kemarin berubah menjadi penuh harapan dan tawa ceria. 

Tunas Sawa Erma (TSE) Group kembali hadir di tengah masyarakat pedalaman melalui aksi bakti sosial kesehatan yang menyasar langsung jantung kebutuhan warga. Kegiatan nyata ini merupakan bagian dari program Corporate Social Contribution (CSC) sekaligus wujud komitmen berkelanjutan perusahaan, untuk meningkatkan derajat kualitas hidup masyarakat di sekitar area operasional.

Baca juga: Merajut Harmoni : TSE Group dan Warga Boven Digoel Jaga Rumah Bagi Kasuari dan Cenderawasih

Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kampung Obinangge ini dimulai dengan suasana hangat dan interaktif bersama anak-anak setempat. Para petugas kesehatan dari klinik perusahaan dengan sabar mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar, mulai dari teknik hingga durasi waktu yang dianjurkan. Menggunakan alat peraga yang menarik, anak-anak dengan antusias mempraktikkan langsung langkah demi langkah menjaga kebersihan mulut mereka. 

"Kami ingin menanamkan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini. Kesehatan gigi dan mulut adalah pintu gerbang utama kesehatan tubuh secara keseluruhan," ujar salah satu petugas kesehatan di lokasi. 

Baca juga: Cuaca Mimika Hari Ini: 11 Distrik Cerah Berawan, 7 Wilayah Berpotensi Hujan

Tak hanya edukasi dan demonstrasi kesehatan, Aksi Bakti Sosial Kesehatan ini dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk seluruh warga kampung. Tim medis dari Klinik PT TSE B (TSE Group) melayani berbagai keluhan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, hingga anamnesis penyakit. 

Dr. Selin Haryanto, tenaga medis perusahaan yang bertugas, mengungkapkan bahwa keterisolasian geografis dan pola hidup harian memicu beberapa penyakit dominan seperti nyeri otot (myalgia), ISPA akibat asap di dalam rumah, serta gangguan lambung (gastritis). Merespons temuan tersebut, tim medis bergerak cepat memberikan penanganan medis yang komprehensif, mulai dari pembagian obat-obatan secara cuma-cuma hingga edukasi personal mengenai pentingnya menjaga sirkulasi udara rumah dan pola makan teratur.

Baca juga: Upaya Pemenuhan Gizi, 20 Warga Rentan di Biak Terima Bansos Permakanan

Rasa haru sekaligus syukur mendalam disampaikan oleh Florentina, salah satu warga setempat. "Kami jarang mendapat layanan kesehatan seperti ini. Biasanya harus berjalan sangat jauh ke puskesmas. Terima kasih Tunas Sawa Erma sudah datang langsung ke kampung kami," ungkapnya dengan haru.

Melalui integrasi program CSC yang terukur dan sejalan dengan prinsip ESG (Enviroment, Social & Governance), TSE Group berharap intervensi kesehatan ini tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan mampu mendorong kemandirian masyarakat.

Baca juga: Operasi SAR Ledakan Bom Biak Ditutup: 6 Tewas, 94 Serpihan Tubuh Diidentifikasi

"Kami berharap masyarakat Kampung Obinangge ke depan dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya dan konsisten mempraktikkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari," tutur Manager TSE Group, Kim Ki In. 

Lewat tindakan nyata yang konsisten ini, TSE Group terus membuktikan bahwa kemajuan industri harus berjalan selaras dengan kesejahteraan manusia di sekitarnya. (HMS/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.