Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor Diserbu Ribuan Jemaah, UAS hingga Das’ad Ajak Syukuri Warisan Pondok
Ndaru Wijayanto June 09, 2026 09:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ribuan jemaah memadati Lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Senin (8/6/2026) malam, dalam Tabligh Akbar memperingati 100 Tahun Gontor.

Kegiatan yang menghadirkan empat penceramah nasional, yakni Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Muhammad Fakhrurazi Anshar, dan Ustaz Luqmanulhakim itu menjadi momentum refleksi perjalanan satu abad pesantren sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi mendatang.

Penceramah pertama yang mengisi adalah Ustaz Muhammad Fakhrurazi Anshar. Disusul oleh Ustaz Luqmanulhakim. Keduanya merupakan lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.

Mereka bercerita bagaimana hidup mereka digembleng di Pondok Gontor. Juga menanamkan bahwa ridho orang tua dan ridho kyai menjadi sumber kekuatan.

“Ketika sudah lulus, pesan saya kepada seluruh alumni mari kembali pulang ke Pondok, minta ridho kyai mu,” ungkap Ustaz Luqmanulhakim.

Kemudian yang ketiga, Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor diisi Ustaz Das’ad Latif. Dalam awal ceramahnya, penceramah asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini langsung mengundang gelak tawa  para jemaah.

Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif berpesan agar orang tua menjadikan anak sholeh maupun sholehah. Pun menyampaikan harapan terhadap Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.

Baca juga: Rombongan Haji Ponorogo Tiba, 2 Jemaah Lansia Dilarikan ke RSUD dr Harjono Menggunakan Ambulans

“Kesan saya Pondok Gontor diterima dimana-mana. Harapan saya tetap menjadi Pondok Modern. Yang artinya bisa diterima dimana dan digunakan dimanapun,” terangnya,

Penutup tabligh akbar adalah Ustaz Abdul Somad (UAS). Ustaz Abdul Somad pun menjadi magnet tersendiri dalam Tablig Akbar 100 Tahun Gontor.

Diawal ceramahnya, dai kondang ini menyatakan refleksi terhadap 100 Tahun Gontor. Bagaimana dirinya dimanapun bertemu dengan alumni pondok terbesar di Indonesia ini.

“Kalau Ketemu orang baik. Semoga Allah memperbanyak orang seperti kamu (orang baik). Kalau satu orang saja kita minta diperbanyak apalagi tempat mencetak orang baik,” urainya.

Dimana tempat mencetak orang baik itu pendidikannya baik, bahasa arab, bahasa Arab, Bahasa Inggris, Aqidah, baca kitab dan leadirship dan organisasi.

“Semoga Allah memperbanyak pondok seperti pondok modern darussalam gontor hasilnya bisa dilihat sendiri,” tegasnya.

Sementara, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyatakan bahwa semua ada untuk pendidikan.

“Di Gontor semua untuk pendidikan. Tidak ada satu detik tidak untuk mendidik. Lembaga pendidikan pondok modern Darussalam gontor. 100 tahun berdiri segala suka duka,”’terang K.H. Hasan Abdullah Sahal 

Dia mengingatkan bahwa 100 tahun Gontor bukan perayaan. Namun, memperingati mengingatkan bagaimana 100 tahun Gontor. Apa yang menjadi suka maupun duka dalam 100 tahun Gontor;

“Bersyukur dengan baik apa yang disyukuri jangan sampai lupa Seperti kita katakan

Menegakkan terus menjaga nilai. Maju ke depan menuju kesempurnaan kita teruskan dan kita wariskan,” pungkasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.