TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Palangka Raya, memastikan pemulangan 295 jemaah haji asal Palangka Raya berjalan sesuai jadwal penerbangan yang telah ditetapkan.
Kloter 5 yang menjadi rombongan pertama jemaah asal Palangka Raya dijadwalkan bertolak dari Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (9/6/2026) setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Kemenhaj Kota Palangka Raya, Ahd Fauzi, mengatakan hingga laporan terbaru yang diterima pihaknya, tidak terdapat kendala keimigrasian maupun administrasi yang dapat menghambat proses kepulangan jemaah.
"Hingga laporan terbaru, seluruh jemaah haji asal Palangka Raya dapat pulang sesuai jadwal penerbangan masing-masing. Tidak ada kendala keimigrasian atau dokumen yang menghambat," ujarnya pada TribunKalteng.com, Selasa (9/6/2026).
Fauzi menjelaskan, jumlah jemaah haji asal Palangka Raya yang semula tercatat sebanyak 296 orang berkurang menjadi 295 orang setelah satu calon jemaah batal berangkat karena kondisi kesehatan demensia.
Menurutnya, pembagian kelompok terbang (kloter) juga mengalami perubahan dari rencana awal. Semula jemaah asal Palangka Raya dijadwalkan terbagi dalam tiga kloter, yakni Kloter 5, Kloter 7, dan Kloter 8.
Namun dalam proses pemberangkatan, jemaah haji asal Palangka Raya tersebar dalam lima kloter, yakni Kloter 5 sebanyak 190 jemaah, Kloter 6 sebanyak dua jemaah, Kloter 7 sebanyak 101 jemaah, Kloter 8 sebanyak satu jemaah, dan Kloter 14 sebanyak satu jemaah.
Kloter 5 yang berjumlah 190 jemaah menjadi rombongan pertama yang dijadwalkan pulang ke Indonesia. Berdasarkan jadwal pemulangan, kloter tersebut bertolak dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada 9 Juni 2026 pukul 15.00 waktu setempat.
Rombongan tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, pada 10 Juni 2026 pukul 09.20 Wita sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Palangka Raya.
"Kloter 5 tiba di Indonesia melalui Embarkasi Banjarmasin pada 10 Juni 2026 pukul 09.20 Wita dan diperkirakan tiba di Palangka Raya sekitar pukul 18.30 WIB," jelas Fauzi.
Sementara itu, dua jemaah yang tergabung dalam Kloter 6 dijadwalkan tiba di Indonesia pada 11 Juni 2026. Kemudian 101 jemaah yang tergabung dalam Kloter 7 dijadwalkan tiba pada 13 Juni 2026.
Adapun satu jemaah yang tergabung dalam Kloter 8 dijadwalkan tiba di Indonesia pada 14 Juni 2026, sedangkan satu jemaah lainnya yang tergabung dalam Kloter 14 dijadwalkan tiba pada 24 Juni 2026.
Meski hingga saat ini proses pemulangan sesuai jadwal, Fauzi mengatakan sejumlah jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah kategori risiko tinggi (risti) terus mendapat pemantauan dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
"Kami memprioritaskan pemulihan dan penanganan medis bagi mereka di hotel pemondokan agar kondisi fisik mereka tetap stabil atau fit to fly saat naik ke pesawat nanti," katanya.
Baca juga: Jemaah Haji Kotim Tiba di Sampit Pertengahan Juni 2026, Rindu Keluarga Terobati
Baca juga: Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Kalteng, Kloter BDJ 04 Rombongan Pertama Tiba di Tanah Air
Menjelang perjalanan pulang yang memakan waktu cukup panjang, Kemenhaj juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan makanan, memanfaatkan waktu istirahat di hotel, serta tetap menggunakan masker saat berada di bandara maupun di dalam pesawat. Jemaah juga dianjurkan melakukan peregangan ringan selama penerbangan guna mengurangi kelelahan dan kekakuan otot.
Secara umum, lanjut Fauzi, kondisi jemaah haji asal Kota Palangka Raya saat ini dalam keadaan sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina (Armuzna), hingga tawaf ifadah dan sai.
"Saat ini fokus utama kami adalah pemulihan fisik jemaah agar mereka berada dalam stamina prima dan siap menempuh perjalanan udara yang panjang kembali ke Indonesia," pungkasnya.