Pascagempa M 7,7, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum di Pulau Matutuang Sangihe Alami Kerusakan
Glendi Manengal June 09, 2026 10:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Dampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) juga dirasakan warga Kampung Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Puluhan rumah warga, tempat ibadah, fasilitas pendidikan hingga infrastruktur desa dilaporkan mengalami kerusakan.

Data sementara yang dirilis Pemerintah Kampung Matutuang menyebutkan sedikitnya 31 bangunan dan fasilitas terdampak akibat guncangan gempa yang terjadi pada Senin pagi.

Jarak Desa Matutuang ke Kota Tahuna ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe sekitar 55 km.

Sementara itu untuk jarak Kabupaten Kepulauan Sangihe ke Kota Manado ibu Kota Provinsi Sulut sekitar 248 kilometer.

Laporan tersebut ditandatangani Sekretaris Kampung Matutuang, Reksan Salur.

Kerusakan paling parah tercatat ada sembilan rumah warga yang masuk kategori rusak berat.

Selain itu, Gereja GMIST Jemaat Nazaret Matutuang serta pagar beton Kantor Desa Matutuang juga mengalami kerusakan serius akibat kuatnya guncangan.

Sementara itu, empat rumah warga mengalami kerusakan sedang.

Sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah turut terdampak, di antaranya Gereja GPSDI Alfa Omega, Masjid Al-Hijrah, mess ASN guru, ruang guru, serta perpustakaan SMP Negeri 6 Satu Atap Matutuang.

Pada kategori rusak ringan, pemerintah kampung mencatat sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan.

 Ruang guru SD Negeri Matutuang juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.

Selain merusak bangunan, gempa juga memicu terjadinya longsoran batu di wilayah Lindongan I Kampung Matutuang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan warga dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Pulau Matutuang yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Letaknya yang berada di gugusan Kepulauan Marore membuat wilayah ini merasakan dampak signifikan dari gempa yang berpusat di wilayah utara Sulawesi tersebut.

Dalam wawancara Tribunmanado Sekretaris Kampung Matutuang, Reksan Salur, menjelaskan bahwa data kerusakan yang ada saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan yang terus dilakukan.

“Ini adalah laporan awal. Mengingat gempa susulan tadi sekitar pukul 19.00 WITA masih terjadi, kemungkinan jumlah kerusakan rumah warga akan bertambah,” ungkap Reksan Salur dalam laporan yang diterima Senin malam.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama aparat terkait masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan untuk memastikan keseluruhan dampak yang ditimbulkan gempa.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan darurat serta langkah rehabilitasi bagi warga terdampak.

Rekapitulasi Sementara Kerusakan di Kampung Matutuang

Rusak berat: 9 rumah warga, Gereja GMIST Jemaat Nazaret Matutuang, dan pagar beton kantor desa.

Rusak sedang: 4 rumah warga, Gereja GPSDI Alfa Omega, Masjid Al-Hijrah, mess ASN guru, ruang guru, dan perpustakaan SMP Negeri 6 Satap Matutuang.

Rusak ringan: 12 rumah warga dan ruang guru SD Negeri Matutuang.

Longsoran batu: Lindongan I Kampung Matutuang.

Secara keseluruhan, sedikitnya 31 bangunan dan fasilitas dilaporkan terdampak gempa, dengan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses pendataan pascabencana.

Baca juga: Daftar 10 Sekolah di Sangihe Laporkan Dampak Kerusakan Akibat Gempa M 7,7

(TribunManado.co.id/Edu)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.