TRIBUNBATAM.id - Kasus tragis yang menimpa seorang bocah berusia 9 tahun di Jasinga, Kabupaten Bogor, akhirnya menemukan titik terang.
Polisi telah mengungkap sosok pemilik anjing pemburu babi hutan yang menyerang korban hingga tewas.
Pemilik anjing tersebut diketahui merupakan seorang pria asal Jakarta berinisial Y.
Atas kelalaiannya, Y kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bogor.
Peristiwa maut ini terjadi pada Minggu (7/6/2026). Saat itu, tersangka Y sedang melakukan aktivitas perburuan babi hutan di kawasan Jasinga dengan membawa empat ekor anjing pemburu.
Berdasarkan pemeriksaan polisi, Y mengaku bahwa keempat anjingnya sudah biasa diturunkan ke hutan.
Namun, dalam perburuan kali ini, hewan-hewan tersebut justru lepas kendali dan menyerang manusia. Y berdalih bahwa ini adalah pertama kalinya anjing-anjing miliknya menyerang warga.
Kasatres PPA-PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, mengungkapkan bahwa dua dari empat ekor anjing pemburu milik tersangka terbukti memiliki bekas bercak darah di mulutnya setelah menyerang korban. Kedua anjing tersebut diketahui bernama Patrick dan Ozil.
"Kalau berdasarkan keterangannya sih tidak (buas) ya, katanya sudah biasa, baru kali ini menyakiti manusia katanya. Sebelum-sebelumnya belum pernah mengejar orang," ujar AKP Silfi Adi Putri, Senin (4/6/2026).
Posisi Korban Sedang Mencari Belut
AKP Silfi Adi Putri menjelaskan bahwa saat insiden terjadi, jarak antara tersangka Y dan kawanan anjingnya cukup jauh.
Y juga mengakui tidak mengawasi pergerakan hewan peliharaannya tersebut, sehingga tidak mengetahui bahwa anjingnya telah menyerang seorang anak yang sedang mencari belut untuk umpan memancing.
"Jadi si pemilik anjing melepas dari jauh, jadi dia tidak mengikuti sehingga tidak ada pengawasan dari pemilik anjing ini terkait anjing ini ke mana," kata Silfi.
Lebih lanjut, Silfi membeberkan situasi mencekam saat korban pertama kali berpapasan dengan kawanan anjing pemburu tersebut.
"Saat itu korban sedang mencari belut untuk mancing, dengan posisi jongkok. Nah lalu di belakangnya itu ada anjing-anjing tersebut. Karena si korban kaget dan berlari, akhirnya dijejarlah oleh anjing tersebut," tutur Silfi.
Baca juga: Kesaksian Bidan di Sidang Dwi Putri: Korban Sudah Tak Ada Respon, Wilson Bilang Pura-pura
Polisi berhasil mengidentifikasi pemilik hewan tersebut melalui tanda khusus yang melekat pada tubuh anjing.
"Memang setiap anjing itu kan yang pemilik berburunya ada nomor. Jadi ditandai dari nomor tersebutlah bahwa memang itu adalah pemiliknya," ujarnya.
Perkembangan terbaru dari kasus ini menyebutkan bahwa keempat anjing milik tersangka Y dilaporkan mati secara bersamaan setelah diamankan oleh pihak kepolisian.
Menurut penjelasan AKP Silfi Adi Putri, kematian keempat satwa tersebut diduga kuat karena kehabisan oksigen akibat ditinggalkan di dalam mobil yang tertutup rapat.
"Saat di dalam mobil mungkin mobilnya tidak dinyalakan sehingga menyebabkan kematian dari para anjing tersebut," katanya.
Meskipun hewan-hewan tersebut sudah mati, bangkainya telah dibawa ke Puslabfor Polri untuk dilakukan pengujian sampel.
Langkah ini diambil guna memastikan apakah anjing-anjing tersebut mengidap penyakit rabies atau tidak.
"Hasilnya belum, lagi dikerjakan oleh Labfor," pungkas Silfi.
(TribunBatam.id)