TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Harga minyak goreng di sejumlah kios di Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan para ibu rumah tangga karena menambah beban pengeluaran kebutuhan dapur sehari-hari.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di salah satu kios di Desa Letawa, Selasa (9/6/2026), menunjukkan hampir seluruh merek minyak goreng mengalami kenaikan harga.
Salah seorang warga, Nur Alma, mengaku biaya belanja rumah tangganya meningkat akibat naiknya harga minyak goreng.
Baca juga: BMKG Catat 22 Gempa Guncang Sulawesi Pagi Ini, Konawe Utara Digoyang Beruntun hingga Magnitudo 3,7
Baca juga: 5 Dapur MBG di Pasangkayu Diduga Bermasalah Tapi Tetap Beroperasi, Pengawasan BGN Dipertanyakan
"Harganya terus naik. Sekarang belanja jadi lebih mahal dibanding beberapa waktu lalu," ujarnya.
Menurut Nur Alma, minyak goreng merek Siip ukuran satu liter yang sebelumnya dijual sekitar Rp21 ribu kini naik menjadi Rp24 ribu per bungkus.
Sementara minyak goreng merek Minyakita yang biasanya dijual Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per liter saat ini tidak tersedia di kios tempatnya berbelanja.
Selain itu, sejumlah merek minyak goreng kemasan lainnya yang sebelumnya dijual Rp23 ribu kini naik menjadi Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per liter.
Pemilik kios di Desa Letawa, Endeng, membenarkan adanya kenaikan harga dari distributor.
Kondisi tersebut membuat harga jual di tingkat eceran ikut mengalami penyesuaian.
Menurutnya, hampir seluruh merek minyak goreng yang masuk ke tokonya mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.
"Harga dari sana memang sudah naik, jadi kami juga terpaksa menyesuaikan. Minyakita juga sementara kosong karena belum ada pasokan yang masuk," kata Endeng.
Ia berharap pasokan minyak goreng kembali lancar sehingga harga dapat berangsur stabil.
Endeng juga berharap daya beli masyarakat tidak semakin terbebani akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
Keluhan serupa disampaikan Faiza, ibu rumah tangga lainnya di Desa Letawa.
Menurutnya, minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari sehingga kenaikan harga berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
"Hampir semua merek naik. Mau tidak mau tetap dibeli karena dipakai untuk memasak setiap hari. Semoga harganya bisa kembali normal," katanya.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan