Sandro Tonali dikabarkan bisa segera dilepas oleh Newcastle United karena klub ingin menghindari terulangnya situasi rumit seperti yang terjadi pada transfer Alexander Isak, di tengah laporan minat dari Manchester United dan Manchester City.
Menurut laporan, Newcastle siap memberikan lampu hijau untuk menjual Sandro Tonali pada musim panas ini. Langkah itu diambil sebagai bagian dari strategi klub untuk menjaga nilai skuad mereka serta menghindari komplikasi yang sempat terjadi terkait masa depan Alexander Isak. Gelandang asal Italia tersebut kini menjadi incaran serius klub-klub papan atas Liga Premier, yang berpotensi memunculkan salah satu saga transfer terbesar di bursa mendatang.
Manchester United memimpin perburuan Tonali
Manchester United disebut sebagai klub yang paling intens memantau situasi Tonali. Setan Merah tengah merencanakan perombakan besar dalam skuad mereka, khususnya di lini tengah, di mana Casemiro dipastikan akan hengkang ke MLS. Menurut laporan Matteo Moretto, mantan pemain AC Milan itu menjadi target utama United untuk memperkuat sektor tengah, dan pembicaraan mengenai transfer ini kian berkembang.
Dalam beberapa minggu ke depan, Manchester United akan meninjau lebih dalam untuk menilai kelayakan transfer tersebut. Namun mereka bukan satu-satunya klub yang tertarik merekrut gelandang tim nasional Italia itu, yang tampil mengesankan sejak kembali bermain secara reguler.
Manchester City ikut dalam persaingan
Manchester City juga dilaporkan ikut dalam perburuan Tonali. Klub ini sudah memiliki mantan pemain Rossoneri lain, yakni Tijjani Reijnders. Dengan kepergian Bernardo Silva dan adanya godaan dari Real Madrid terhadap Rodri, City kemungkinan besar harus melakukan perubahan besar di lini tengah mereka. Profil Tonali—berdasarkan performanya untuk klub maupun timnas—menjadi daya tarik kuat bagi manajemen dan pelatih mereka.
Ketertarikan dari kubu biru Manchester ini menambah rumit posisi Newcastle. Meskipun The Magpies secara ideal ingin mempertahankan pemain terbaik mereka, potensi perang harga antara dua raksasa Manchester bisa memberi dorongan finansial besar yang dibutuhkan klub untuk memenuhi aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) yang ketat.
Newcastle tetapkan harga fantastis £100 juta
Lalu berapa harga yang harus dibayar untuk membawa Tonali dari St James’ Park? Jawaban singkatnya: sangat mahal. Newcastle menetapkan banderol tinggi, di kisaran €100 juta, menurut laporan Moretto.
Dengan demikian, derby transfer bernilai astronomis bisa terjadi antara United dan City. Situasi ini di satu sisi mengangkat nama sang pemain dan sepak bola Italia, namun di sisi lain membuat klub-klub Serie A seperti Juventus—yang sudah lama memimpikan Tonali—semakin sulit bersaing.
Menurut laporan dari Telegraph, Newcastle bertekad agar situasi ini tidak berlarut-larut, setelah belajar dari pengalaman musim sebelumnya ketika negosiasi transfer menyebabkan fluktuasi nilai pemain. Musim panas lalu, kisah transfer Alexander Isak berlarut hingga kompetisi sudah dimulai. Kini, Newcastle dikabarkan sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan Tonali hengkang karena agennya telah aktif menjajaki klub lain. Mereka ingin menghindari drama berkepanjangan seperti sebelumnya.
Kesepakatan 'gentlemen’s agreement' dan peluang di Eropa
Transfer Tonali memang akan membutuhkan dana besar, tetapi kesepakatan itu bisa menjadi lebih realistis tergantung hasil akhir musim. Beberapa hari lalu, muncul kabar dari Inggris tentang adanya 'gentlemen’s agreement' antara Tonali dan Newcastle. Dalam kesepakatan itu, klub akan mempermudah kepergian sang pemain apabila tim asuhan Eddie Howe gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Pemain berusia 24 tahun itu tetap menjadi bagian penting dalam rencana Eddie Howe, namun posisi Newcastle saat ini mengharuskan mereka bersikap realistis. Menghindari kekacauan seperti kasus Alexander Isak menjadi prioritas utama tim rekrutmen. Jika tawaran yang tepat datang dan klub gagal tampil di kompetisi Eropa, masa depan Tonali di St James’ Park tampaknya akan segera berakhir.