TRIBUNMANADO.CO.ID – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Selasa (9/6/2026) pagi.
Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG, gempa terjadi pada pukul 09.46 WIB atau 10.46 WITA dengan kekuatan Magnitudo 4,4.
Pusat gempa berada di koordinat 5,24 Lintang Utara dan 125,32 Bujur Timur,
Baca juga: Update Terkini Pascagempa M 7,7 di Sangihe, Sebanyak 415 Bangunan Dilaporkan Rusak
sekitar 182 kilometer di utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Utara.
Berikut selengkapnya info BMKG:
Info Gempa Mag:4.4, 9-Jun-26 09:46:33 WIB, Lok: 5.24 LU - 125.32 BT (182 km Utara TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn: 10 km ::BMKG.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan di permukaan bumi yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik, aktivitas sesar, atau aktivitas vulkanik.
Indonesia, termasuk Sulawesi Utara, berada di wilayah cincin api Pasifik sehingga memiliki risiko gempa yang cukup tinggi.
Hal Penting yang Perlu Diketahui
Saat Gempa Terjadi
Setelah Gempa
Pelajaran dari Gempa Sulawesi Utara
Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Sulawesi Utara pada 8 Juni 2026 menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
Meski peringatan dini tsunami akhirnya dicabut, gempa tersebut menyebabkan kerusakan rumah, rumah ibadah, sekolah, dan fasilitas umum di sejumlah wilayah seperti Sangihe, Talaud, dan daerah pesisir lainnya.
Respons cepat masyarakat, tenaga kesehatan, aparat, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana.
Intinya, gempa bumi tidak bisa dicegah, tetapi risiko korban dan kerugian dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan, informasi yang benar, dan tindakan cepat saat keadaan darurat.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini