Update Terkini Pascagempa M 7,7 di Sangihe, Sebanyak 415 Bangunan Dilaporkan Rusak
Glendi Manengal June 09, 2026 11:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitarnya pada Senin (8/6/2026) terus didata oleh pemerintah daerah. Hingga laporan sementara yang dihimpun pascagempa, tercatat 415 bangunan mengalami kerusakan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data sementara yang masih terus diperbarui, Kecamatan Tabukan Utara menjadi salah satu wilayah terdampak dengan kerusakan pada 65 bangunan yang tersebar di 14 kampung.

Di Kecamatan Nusa Tabukan, kerusakan dilaporkan terjadi di satu kampung dengan empat rumah warga mengalami kerusakan. Sementara itu, Kecamatan Manganitu Selatan mencatat lima bangunan rusak di tiga kampung.

Untuk Kecamatan Tatoareng, terdapat dua bangunan rusak di satu kampung. Kecamatan Tamako melaporkan satu bangunan rusak di satu kampung, sedangkan Kecamatan Manganitu mencatat empat bangunan rusak yang tersebar di empat kampung.

Kerusakan cukup signifikan juga terjadi di Kecamatan Tabukan Tengah:

·⁠   sebanyak 11 kampung terdampak,

·⁠   tercatat 51 bangunan rusak,

·⁠   43 rumah warga,

·⁠   enam gedung gereja,

·⁠   satu masjid

·⁠   satu sekolah dasar.

Di Kecamatan Tabukan Selatan:

·⁠   Sebanyak 53 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan di delapan kampung.

·⁠   Rinciannya meliputi rumah warga

·⁠   satu gedung gereja

·⁠   satu sekolah dasar,

·⁠   satu pembatas lapangan.

Sementara itu, Kecamatan Kendahe:

·⁠   mencatat 13 bangunan rusak di tiga kampung,

·⁠   terdiri dari 12 rumah warga

·⁠   satu sekolah dasar. 

Kecamatan Tabukan Selatan Tengah:

·⁠   melaporkan 15 bangunan rusak di tiga kampung,

Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara:

·⁠   mencatat 25 bangunan rusak yang tersebar di empat kampung.

Wilayah yang mengalami dampak paling besar adalah Kecamatan Kepulauan Marore:

·⁠   Dari tiga kampung terdampak,

·⁠   tercatat 169 bangunan rusak,

·⁠   terdiri dari 148 rumah warga,

·⁠   lima gedung gereja,

·⁠    satu masjid,

·⁠   tiga sekolah,

·⁠   dua kantor kampung,

·⁠   serta enam fasilitas umum lainnya.

Kecamatan Tahuna:

·⁠   melaporkan lima rumah warga rusak di satu kelurahan.

Kecamatan Tahuna Barat:

·⁠   mencatat lima rumah warga rusak yang tersebar di empat kelurahan.

Sementara Tahuna Timur hingga saat ini belum melaporkan adanya kerusakan akibat gempa. 

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap masyarakat terdampak.

"Data yang kami sampaikan saat ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai laporan dari kecamatan dan kampung. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga, mempercepat pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa," ujar Michael Thungari.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait. Seluruh jajaran pemerintah daerah terus bekerja di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga dapat tertangani dengan baik," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan bahwa data kerusakan tersebut masih bersifat non-final, karena masih terdapat sejumlah kampung yang belum menyampaikan laporan lengkap.

Verifikasi dan pendataan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Kepulauan Sangihe.

Baca juga: Ini Daftar Wilayah di Sulawesi Utara Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Selasa 9 Juni 2026

(TribunManado.co.id/Edu)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.