TRIBUNNEWS.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta Said Iqbal mundur sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, jika jabatannya itu tidak berdampak terhadap para buruh.
Setelah Said resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026) di Istana Kepresidenan, Jakarta, dia mengungkapkan alasannya gabung ke pemerintah karena ingin memberikan masukan kepada presiden terkait buruh dan menjaga keseimbangan.
Sebab, menurut Said, Prabowo berpihak kepada masyarakat kecil termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru.
Said juga mengatakan bahwa sebelum memutuskan bergabung dengan pemerintah, dirinya sudah berdiskusi dengan para aktivis buruh dan memilih untuk berjuang dari dalam.
Fernando pun berharap Said memang benar-benar memperjuangkan hak-hak para buruh dari dalam pemerintah sana.
"Kita harap ini akan akan memberikan peran penting terhadap posisi beliau. Jadi bukan hanya sekedar Bang Said Iqbal meredam suara-suara buruh. Jadi seberapa pentingnya peran ini ya tergantung bagaimana Bang Said Iqbal melihat posisi ini," katanya saat wawancara eksklusif bersama Tribunnews dalam program ON FOKUS, dikutip pada Selasa (9/6/2026).
"Kalau memang Bang Said Iqbal merasa dengan posisi penasihat presiden bisa memberikan masukan-masukan kepada Presiden, saya berharap tetap berjuang di situ," sambungnya.
Namun, kata Fernando, jika dalam jangka waktu tertentu Said tidak memberikan dampak yang nyata bagi buruh, maka sebaiknya mengundurkan diri.
"Karena ya percuma kalau hanya ada representasi di sana tetapi tidak bisa memperjuangkan kepentingan para buruh, apalagi kalau kita lihat misalnya apa yang disampaikan oleh Bang Said Iqbal terkait dengan diterimanya posisi tersebut karena memang ingin berjuang dari dalam," ujarnya.
Untuk itu, Fernando mengatakan, ke depannya perlu dilihat apakah posisi yang ditempati oleh Said itu akan memberikan manfaat bagi para buruh atau justru hanya untuk kepentingan pribadinya.
"Ya, nanti akan kita lihat bagaimana ketika beliau sudah menepati posisi itu," tegasnya.
Baca juga: Golkar Mengaku Tidak Terkejut Said Iqbal Masuk Pemerintahan Prabowo, Ini Alasannya
Adapun, pelantikan Said itu dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Dalam prosesi pelantikan, setelah pembacaan Keppres, Presiden mendiktekan sumpah yang diikuti oleh Said.
Sebelum resmi dilantik, Said juga sempat memberikan pernyataannya kepada awak media di luar Istana, terkait acara pelantikannya hari ini.
Said menyebut, semalam ia mendapat undangan dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya terkait pelantikannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Dengan jabatan barunya ini, Said menyebut akan memberikan banyak masukan kepada Presiden Prabowo, terutama terkait masalah ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.
"Pada hari ini, semalam saya dapat undangan dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasehat Khusus Presiden RI untuk Bidang Ketenagakerjaan. Kalau menurut Perpres Nomor 137 Tahun 2024 atau 106 Tahun 2025, kedudukannya setingkat dengan menteri."
"Tentunya saya akan memberikan banyak masukan kepada presiden, bila diminta maupun tidak diminta dan membuat analisis kebijakan," ungkap Said di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026), dilansir Kompas TV.
(Tribunnews.com/Rifqah)