- Sejumlah pihak menilai strategi Perdana Menteri Israel dalam menghadapi Iran justru berbalik merugikan Israel.
Alih-alih melemahkan Iran secara permanen, konflik yang berkepanjangan dinilai belum berhasil mencapai tujuan utama yang diinginkan Israel.
Dilansir dari Tribunnews.com pada Selasa (9/6), pemerintah Iran masih bertahan, sementara serangan rudal dan ketegangan di kawasan terus berlanjut.
Meski Israel kini menghentikan eskalasi ke Iran, namun pasukan Netanyahu tetap menyerang Lebanon.
Sebelumnya, Netanyahu berhasil meyakinkan Trump bahwa perang dapat membawa perubahan rezim di Iran.
Namun, faktanya kampanye yang dijalankan Netanyahu justru tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Yakni, pemerintahan Iran masih berdiri kuat dan menunjukkan kemampuan untuk tetap menyerang Israel.
Terkait hal ini, eks Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengkritik kebijakan pemerintah Israel dalam konflik di Lebanon.
Barak menyebut, situasi yang dihadapi Israel sebagai kegagalan total.
Ia menilai strategi yang diterapkan pemerintah belum mampu menghasilkan tujuan yang jelas di medan perang.
Barak juga menuding Netanyahu lebih fokus mempertahankan posisinya di dunia politik daripada memprioritaskan kepentingan keamanan negara.
Ia mengatakan tentara Israel “berjuang dengan tangan terikat” demi mempertahankan zona penyangga keamanan