Ekonomi Sulit Imbas Rupiah Lemah, Sekda Kota Bogor Percantik Ruang Kerja Pakai APBD Ratusan Juta
Ardhi Sanjaya June 09, 2026 12:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemerintah Kota Bogor menggelontorkan anggaran ratusan juta untuk mempercantik ruang kerja Sekretaris Daerah. Keputusan tersebut dianggap sebagai pemborosan di tengah situasi ekonomi yang kini sedang sulit.

Kenaikan harga imbas merosotnya nilai tukar rupiah membuat masyarakat mulai resah.

Data per Senin 8 Juni 2026, rupiah ditutup Rp 18.187 per dolar AS.

Atas pelemahan nilai tukar rupiah ini, berakibat pada melonjaknya harga-harga kebutuhan masyarakat.

Namun begitu Pemerintah Kota Bogor justru menggelontorkan anggaran ratusan juta untuk mempercantik ruangan Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Dilihat dari web SPSE Kota Bogor, terdapat dua paket pengadaan untuk pemeliharaan ruang sekda.

Paket pertama sebesar Rp 319.050.000 untuk pemeliharaan ruangan.

Kedua yakni jasa konsultan sebanyak Rp 24.800.000.

Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi enggan menjelaskan perihal rincian kebutuhan dalam anggaran tersebut.

Ia juga menolak memberi pendapat tentang penganggaran untuk ruangannya dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

"Punteun sareng pak Kabag Umum ya (permisi sama pak Kabag Umum ya)," kata Denny Mulyadi saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (9/6/2026).

Kepala Bagian Umum Pemkot Bogor, Abdul Manan Tampubolon mengatakan anggaran ratusan juta tersebut diperuntukan untuk pemeliharaan seluruh ruangan Sekda Kota Bogor.

"Itu kan yang pertama untuk ruangan Sekda meliputi ruang kerja, dua ruang rapat utama, ruang staf, ruang tamu dan fasat gedung," katanya.

Baca juga: Lapak Sapi Kurban di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Bogor Dicek Sekda, Hidung Gigi dan Kaki Diperiksa

Ia menerangkan bahwa setiap pengerjaan kontruksi memang diwajibkan menyertakan jasa konsultan sebagai tindak pengawasan.

"Setiap pemeliharaan konsultasn sudah kewajiban dicantumkan," katanya.

Manan menjelaskan Pemerintah Kota Bogor sudah rutin menganggarkan pemeliharaan gedung.

"Pemeliharaan rutin fisik bangunan, perbaikan gedung, penggantian atap dan sebagianya," katanya.

Selain perbaikan fisik bangunan, ada pula penambahan perabot interior yang tidak dijelaskan secara rinci macamnya.

"Kalau itu ada kalau memang diperlukan," katanya.

Baca juga: Menghitung Jam Menuju Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Sekda Kota Bogor Cek Kesiapan Personel

Ruangan Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi berada di lingkungan Balai Kota Bogor, Jalan Ir H Djuanda.

Lokasinya persis di samping ruangan Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor.

Jika dilihat secara kasat mata, ruangan tersebut masih tampak kokoh dengan cat putih yang belum mengelupas.

Namun begitu menurut Manan ada sejumlah kerusakan yang perlu segera diperbaiki.

Selain itu anggaran pemeliharaannya ini pula untuk menambah fungsi ruangan guna menunjang kinerja Denny Mulyadi yang hanya tinggal satu tahun jelang masa penisun.

Oleh karenanya Denny meminta agar ruangannya dipercantik.

lihat foto
RENOVASI RUANG SEKDA KOTA BOGOR - ruang sekda kota bogor dipercantik

"Kalau yang sehari-hari di sana kan tahu ada atap bocor, ada ruangan yang difungsikan. Aktivitas pak Sekda sampai malam, kadang simultan. belaiu 1 tahun Juli sudah pensiun jadi dia mau mengakselerasi program, jadi kita penuhi dengan pemberdayaan ruangan yang memadai," kata Manan.

Atas kebijakan ini, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Djuanda Bogor, Gotfridus Goris Seran berpendapat bahwa ruangan Sekda masih layak untuk digunakan.

Dengan begitu semestinya tidak perlu menggelontorkan anggaran untuk perbaikan.

"Saya kira ruang Sekdakot masih layak dipakai untuk kerja sehari-hari," katanya.

Seran mengatakan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang kini kian tercekik akibat harga kebutuhan yang terus melonjak, sebaiknya Pemerintah Kota Bogor mengalihkan anggaran tersebut.

"Kendati sudah dianggarkan untuk tahun sekarang, saya kira perlu dirasionalisasi dengan melihat kondisi ekonomi yang berdampak pada kehidupan masyarakat," katanya.

Menurutnya anggaran pemerintah perlu dialihkan ke program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Efisiensi anggaran perlu dilakukan dan dialihkan untuk program yang memberdayakan masyarakat: kebijakan populis, misalnya bantuan untuk pendidikan yang sekarang siswa/i mulai memasuki tahun pelajaran baru," katanya.

Ia berpendapat upaya Sekda mempercantik ruang kerjanya akan membentuk persepsi negatif dari masyarakat pada Pemerintah Kota Bogor.

"Di sini pemkot perlu mengerem diri dengan berempati kepada keadaan masyarakat dengan merefocusing pada program yang memberdayakan masyarakat seperti tersebut sebelumnya," kata Seran.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.