TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Aroma cat putih yang masih basah tampak menyelimuti ruas jalan di depan SDN 1 Cangkingan, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.
Kapolsek Kedokanbunder, Ipda Eryana, bersama sejumlah personel Polsek Kedokanbunder terlihat berjongkok di ruas jalan itu sambil memegang kuas di tangan kanannya.
Mereka tampak sibuk mengusap kuas yang telah dicelup ke cat putih tersebut ke jalan yang dibeton menggunakan penanda khusus, dan membuat garis tebal sepanjang kira-kira dua meter.
Dibantu sejumlah warga, para petugas terlihat membuat garis tersebut secara telaten satu demi satu hingga memenuhi sisi jalan tepat di depan gerbang SDN 1 Cangkingan hingga ke sisi lainnya.
Sesekali polesan kuasnya terlihat berhenti ketika ada pengendara sepeda motor yang melintas, sehingga harus mengarahkan untuk berhati-hati, dan melanjutkan kembali aktivitasnya.
Eryana mengakui, aksi tersebut merespons keresahan orang tua murid SDN 1 Cangkingan terhadap keamanan anak-anaknya dalam menyeberang jalan saat berangkat maupun pulang sekolah.
Bagi murid-murid SDN 1 Cangkingan, menyeberang jalan yang lebarnya kira-kira mencapai 4,5 meter itu tampaknya bukan pekerjaan mudah, dan membutuhkan keberanian, bahkan sering kali keberuntungan.
Pasalnya, tidak adanya marka membuat ada saja pengendara yang seolah enggan menurunkan kecepatan saat melintasi ruas jalan di depan SDN 1 Cangkingan yang terlihat tidak terlalu lebar tersebut.
Karenanya, menurut Eryana, pembuatan zebra cross itu menjadi hadiah sederhana dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dari jajaran Polsek Kedokanbunder untuk keamanan murid-murid SDN 1 Cangkingan.
"Makanya, kami langsung bergerak untuk membuat marka penyebrangan jalan setelah mendengar keluhan orang tua, dan dalam prosesnya turut dibantu warga juga," ujar Eryana saat ditemui di SDN 1 Cangkingan, Selasa (9/6/2026).
Ia mengatakan, kehadiran marka jalan tersebut merupakan langkah awal dari perjalanan panjang tentang kampanye ketertiban dan keselamatan berlalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polsek Kedokanbunder.
Pihaknya mengakui, keberadaan zebra cross tidak akan berfungsi secara optimal tanpa diimbangi perubahan perilaku masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.
"Kami berharap, keberadaan zebra croos ini membuat para pengendara lebih berhati-hati, dan menurunkan kecepatan kendaraannya, sehingga murid SDN 1 Cangkingan bisa menyeberang jalan secara aman," kata Eryana.
Sementara, salah seorang wali murid SDN 1 Cangkingan, Didi Rasmadi, mengapresiasi inisiatif Polsek Kedokanbunder untuk membuat zebra cross di depan SDN 1 Cangkingan.
Warga Desa Cangkingan itu pun berharap, langkah tersebut mendorong terciptanya lingkungan sekolah dan sekitarnya yang lebih aman serta tertib lalu lintas demi keamanan hingga keselamatan anak-anak.
"Sebagai orang tua, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, karena zebra cross ini sarana untuk menjamin keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah," ujar Didi Rasmadi.(*)
Baca juga: PENTING! Catat Jadwal Lengkap dan Jalur Pendaftaran SPMB 2026 Jenjang PAUD, SD, dan SMP di Karawang