Iran Siap Perang Jangka Panjang, Klaim AS-Israel Salah Strategi
Darwin Sijabat June 09, 2026 12:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Republik Islam Iran secara terbuka menyatakan kesiapan penuhnya untuk mengobarkan perang berkepanjangan menghadapi konfrontasi militer langsung dari Israel dan Amerika Serikat (AS). 

Sumber militer tersebut membeberkan Teheran telah selesai mengimplementasikan serangkaian langkah strategis yang dinilai cukup dan sangat diperlukan untuk menghadapi kemungkinan meletusnya konflik skala besar yang melibatkan poros Tel Aviv maupun Washington.

Dalam analisis militernya, Teheran menilai strategi doktrin "eskalasi terkendali" (controlled escalation) yang selama ini diyakini oleh Israel dan AS sebagai metode penjinakan konflik, justru merupakan sebuah kesalahan kalkulasi taktis yang besar. 

Iran menegaskan tidak akan pernah membiarkan musuh-musuhnya mendikte atau membatasi bentuk serta skala dari doktrin respons pertahanan yang akan mereka luncurkan ke depan.

Bahkan, Iran secara blak-blakan melayangkan ancaman bahwa mereka akan terus menaikkan intensitas gempuran hukuman terhadap Israel.

Hingga negara sekuler tersebut berada di titik nadir yang akan menyesali kelanjutan dari setiap kejahatan negara yang mereka lakukan.

Tudingan ke AS: Propaganda Politik Bakal Dibayar Mahal

Melansir laporan dari saluran Al Mayadeen, Teheran juga mengarahkan telunjuknya kepada Gedung Putih.

Baca juga: Iran Ancam Luncurkan Serangan Lebih Besar Jika Israel Kembali Menyerang

Baca juga: Ironi Bupati Muara Enim: Ditangkap KPK Usai Hadiri Acara Antikorupsi

Iran menuding Amerika Serikat sebagai aktor intelektual yang ikut memikul tanggung jawab penuh atas seluruh rangkaian tindakan destruktif Israel di kawasan regional.

Upaya diplomatik Washington yang belakangan ini gencar memisahkan diri dari aksi militer sepihak Israel disebut Iran hanya sebagai gimik dan propaganda politik semata yang tidak berdasar pada realita lapangan.

“Amerika akan membayar harga dalam hal ini,” tegas sumber militer tersebut, seraya menggarisbawahi bahwa Iran tidak akan membiarkan AS berpura-pura suci dan mengaku tidak terlibat dalam konflik berdarah yang sedang berlangsung.

Serangan Siber Gabungan dan Slogan 100 Malam IRGC

Di sektor pertempuran riil, Organisasi Intelijen Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan operasi ofensif gabungan berupa serangan militer, keamanan, dan siber berskala besar yang menghantam jantung pertahanan Israel. 

Media pemerintah Iran mengumumkan bahwa seluruh rangkaian operasi rahasia tersebut telah berhasil mencapai target seratus persen.

Merayakan keberhasilan penetrasi tersebut, komando tinggi IRGC secara resmi menggaungkan slogan taktis berbunyi: “100 malam perlawanan, 100 tahun keamanan” guna menggambarkan signifikansi serta dampak jangka panjang dari operasi berkala mereka terhadap eksistensi militer Israel.

Unjuk Gigi Rudal Hipersonik Kheibar Shekan

Laporan berkala Tasnim turut membedah kecanggihan alutsista yang dikerahkan dalam serangan udara terbaru tersebut. 

Iran dilaporkan resmi menguji coba rudal balistik generasi teranyar mereka, Kheibar Shekan. Senjata strategis ini diklaim mampu melesat dengan kecepatan fantastis hingga Mach 9 saat memasuki fase akhir serangan (terminal phase). 

Kecepatan hipersonik ini membuat draf intersepsi sistem pertahanan udara mumpuni barat, seperti THAAD pasokan AS dan Arrow milik Israel, menjadi sangat sulit mendeteksi dan mencegah benturan.

Guna melubangi payung udara Israel secara total, IRGC sengaja menggunakan taktik saturasi udara dengan mengombinasikan daya hancur rudal Kheibar Shekan bersama varian rudal balistik senior lainnya, yakni Emad dan Qadr F.

Baca juga: Polda Jambi Sebut Kompol RC Tetap Berdinas karena Mengacu pada Putusan Etik dan Hukum Tetap

Baca juga: Operasi Patuh Siginjai di Jambi 2026 Ditunda, Lantas Kapan Razia Kendaraan Digelar?

Baca juga: TBS Sawit di Petani Jambi Rp2.400-2.600 per Kg, Tapi Perawatan dan Pupuk Mahal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.