TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Gunung Pegat menjadi salah satu destinasi wisata alam baru yang mulai dikenal di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Meski namanya “gunung”, lokasi ini sejatinya merupakan bukit dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang bahkan bisa dijangkau kendaraan hingga ke area puncaknya.
Terletak di Dusun Klile, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Gunung Pegat kini menjadi alternatif wisata alam bagi warga Solo Raya yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus mendaki berat.
Baca juga: Asal-usul Desa Ketandan di Klaten : Dulu Pusat Pemerintahan Kolonial, Jejaknya Masih Ada
Lokasinya berjarak 27 kilometer dari pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 48 menit kendaraan pribadi.
Imbauan untuk Tribuners, dari arah Solo menuju Gunung Pegat ada beberapa ruas jalan yang tidak rata akibat tambalan.
Ruas jalan itu ada di Bulakrejo, Begajah, hingga Nguter, sehingga waspada ketika melintas.
Nama Gunung Pegat berasal dari kondisi geografisnya yang terdiri dari dua bukit terpisah.
Dalam bahasa Jawa, pegat berarti cerai.
Karena bentuknya yang seolah “terpisah”, masyarakat kemudian menyebutnya sebagai Gunung Pegat.
Di balik nama tersebut, berkembang pula mitos lokal bahwa pasangan kekasih maupun suami istri yang datang bersama ke lokasi ini dipercaya akan mengalami perpisahan.
Meski hanya kepercayaan turun-temurun, cerita ini menjadi bagian dari daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Nasi Box Rp10 Ribuan untuk Bisnis Kuliner di Solo Raya, Modal Terjangkau
Daya tarik utama Gunung Pegat adalah panorama matahari terbit atau sunrise yang dapat dinikmati dari puncaknya.
Saat pagi hari, cahaya matahari yang muncul dari timur perlahan menyinari hamparan sawah, perbukitan, dan permukiman di bawahnya, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata.
Selain sunrise, pengunjung juga dapat menikmati suasana sore hari dengan langit senja yang tidak kalah indah. Area ini juga menjadi lokasi favorit untuk berfoto dengan latar alam terbuka.
Meski awalnya hanya bukit tandus, Gunung Pegat kini telah dikembangkan menjadi kawasan wisata sederhana dengan berbagai fasilitas.
Di area puncak, pengunjung dapat menemukan tempat bersantai, area kuliner, hingga wahana permainan anak.
Tersedia juga camping ground bagi wisatawan yang ingin bermalam dan menikmati suasana malam berbintang. Beberapa fasilitas tambahan seperti kolam renang anak dan area permainan turut melengkapi daya tarik wisata ini.
Gunung Pegat dapat diakses melalui jalur Solo–Sukoharjo–Wonogiri dengan kondisi jalan yang sudah cukup baik dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca juga: Niat Kabur, Pelaku Tabrak Lari Maut di Sragen Tertangkap Polisi Gara-gara Benda Kecil Ini
Dari pusat Kota Sukoharjo, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 30–40 menit.
Sementara dari arah Wonogiri, rute juga relatif mudah dengan mengikuti jalan utama hingga area Karangasem.
Soal biaya, wisata ini tergolong sangat terjangkau. Tiket masuknya hanya sekitar Rp1.000 per orang, ditambah biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor. Harga murah ini membuat Gunung Pegat menjadi destinasi favorit wisata keluarga dan anak muda.
Dengan panorama alam yang indah, cerita legenda unik, serta biaya masuk yang sangat ekonomis, Gunung Pegat Sukoharjo menjadi salah satu destinasi wisata alternatif yang cocok untuk melepas penat tanpa harus jauh dari Kota Solo.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari untuk menikmati sunrise atau sore hari menjelang matahari terbenam.
Pengunjung disarankan menghindari datang saat siang hari karena cuaca bisa sangat terik.
(*)