TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Desa Ketandan (bahasa Jawa: Ketandhan) merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Desa ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki nilai historis kuat sekaligus berkembang menjadi kawasan dengan potensi wisata keluarga yang terus tumbuh.
Lokasinya berjarak 31,5 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 57 menit kendaraan pribadi.
Baca juga: 5 Rekomendasi Nasi Box Rp10 Ribuan untuk Bisnis Kuliner di Solo Raya, Modal Terjangkau
Desa Ketandan terletak di ujung timur Kecamatan Klaten Utara dengan luas wilayah sekitar 109,670 hektare.
Wilayah ini berada di dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 125 meter di atas permukaan laut.
Secara administratif, Desa Ketandan berbatasan dengan beberapa wilayah, yaitu:
Letaknya yang strategis membuat Ketandan menjadi wilayah penghubung antara beberapa kecamatan di sekitar Klaten.
Baca juga: Niat Kabur, Pelaku Tabrak Lari Maut di Sragen Tertangkap Polisi Gara-gara Benda Kecil Ini
Desa Ketandan terbagi ke dalam 7 dukuh, yaitu:
Secara administratif, desa ini juga terbagi menjadi 9 RW dan 20 RT yang menjadi struktur pemerintahan paling bawah dalam pengelolaan wilayah.
Baca juga: Niat Kabur, Pelaku Tabrak Lari Maut di Sragen Tertangkap Polisi Gara-gara Benda Kecil Ini
Berdasarkan cerita para sesepuh desa, Ketandan pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa lalu, bahkan terkait dengan keberadaan Kecamatan Ketandan yang wilayahnya cukup luas pada masa itu.
Pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1930-an, kawasan yang kini dikenal sebagai PT Rumpun (sekarang PT ASI) di Ketandan pernah menjadi pusat aktivitas pemerintahan kolonial.
Di lokasi tersebut masih dapat ditemukan sisa bangunan bersejarah, termasuk benteng yang hingga kini masih berdiri.
Sejumlah peninggalan sejarah yang masih dapat ditemukan hingga sekarang antara lain:
Selain itu, Ketandan juga pernah menjadi pusat pendidikan dengan adanya Loji Kuncung (SMEP) yang menjadi cikal bakal SMP Negeri 4 Klaten dan SMK Negeri 1 Klaten.
Setelah Indonesia merdeka, kawasan PT ASI berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, khususnya di sektor perkebunan seperti tembakau, serta kini meluas ke komoditas rempah seperti pala, vanili, dan cengkeh.
Baca juga: Rombak Ruang Ganti, Persis Solo Lepas Milo dan Durovic, Siap Pertahankan Sejumlah Legiun Asing
Meski tidak terlalu besar, Desa Ketandan memiliki beberapa lembaga pendidikan formal, di antaranya:
Keberadaan sekolah ini menjadi penunjang pendidikan dasar bagi masyarakat sekitar.
Selain sejarahnya yang kuat, Desa Ketandan kini juga berkembang sebagai kawasan wisata keluarga.
Salah satu destinasi yang cukup populer adalah Prilon Park, yang berlokasi di Jl. Macanan, Prigi Kulon, Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara.
Prilon Park hadir dengan konsep taman wisata keluarga berbasis alam dan edukasi.
Mengusung tema “family park and green recreation”, tempat ini menjadi alternatif wisata bagi warga Klaten dan sekitarnya yang ingin menikmati suasana santai di ruang terbuka hijau.
Baca juga: Ini Kandungan Sate Ayam yang Tewaskan Seorang Perempuan di Boyolali, Dikirim Menantu Sendiri
Prilon Park menawarkan berbagai atraksi yang cocok untuk semua kalangan, antara lain:
Tersedia taman bunga, jembatan bambu, mural tematik, dan gazebo kayu yang cocok untuk berfoto.
Anak-anak dapat bermain di perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, hingga area pasir edukatif sambil mengenal lingkungan.
Terdapat kolam kecil dan jembatan kayu yang sering menjadi spot favorit pengunjung.
Udara sejuk dan lingkungan hijau membuat tempat ini nyaman untuk bersantai.
Pengunjung Prilon Park dapat melakukan berbagai kegiatan seperti:
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Prilon Park dilengkapi dengan fasilitas:
(*)