Stok Babi Jelang Galungan Di Badung Bali Aman, Disperpa Siapkan 172 Petugas Untuk Pantau Ternak
Putu Dewi Adi Damayanthi June 09, 2026 12:24 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menjelang Hari Raya Galungan, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung memastikan stok babi di Badung, Bali, aman. 

Kendati demikian saat ini bukan stok babi yang menjadi permasalahan namun memastikan babi yang dikonsumsi masyarakat aman.

Menyikapi hal itu, Disperpa Badung pun menerjunkan ratusan petugas untuk melakukan pemantauan kesehatan ternak sekaligus mengantisipasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF) pada babi.

"Nanti ada sebanyak 172 personel gabungan akan turun ke lapangan pada 14–16 Juni 2026 mendatang untuk memastikan kesehatan babi," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Badung, drh. I Gusti Ngurah Narendra Putra, Senin 8 Juni 2026.

Baca juga: Badung Bali Gelar Pasar Murah Bersubsidi Untuk Tekan Inflasi Jelang Galungan

Disebutkan, 172 petugas tersebut di antaranya 72 petugas dinas dan 100 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud). 

Menurut dia, langkah antisipasi terhadap ASF terus dilakukan melalui petugas kesehatan hewan yang bertugas di puskeswan maupun lapangan.

Upaya tersebut difokuskan pada kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak mengenai bahaya ASF, penerapan biosekuriti, hingga pemberian desinfektan di kandang-kandang ternak.

"Petugas kami terus melakukan edukasi kepada peternak terkait ASF, termasuk pentingnya biosekuriti dan desinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit," katanya.

Selain memantau kesehatan babi yang menjadi kebutuhan utama menjelang Galungan, petugas juga akan melakukan pengawasan terhadap populasi ternak lainnya. 

Untuk populasi sapi, sebaran terbesar di Kabupaten Badung berada di Kecamatan Petang, Abiansemal, dan Mengwi.

"Sementara untuk stok babi di Badung, kita pastikan aman, mengingat di Badung banyak peternak-peternak babi, termasuk banyak warga juga yang memelihara babi," bebernya.

Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Pangan Badung memperkirakan kebutuhan babi untuk perayaan Galungan tahun ini tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya.

"Estimasi tersebut mengacu pada jumlah pemotongan babi saat Galungan sebelumnya yang mencapai 2.413 ekor," katanya sembari berharap ke depan tidak ada temuan ASF di Kabupaten Badung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.